UIN Walisongo Semarang Terjunkan Tim Rukyatul Hilal, Pastikan Awal Ramadan 2022

Kegiatan pemantauan hilal./ WALISONGO.AC.ID

UIN Walisongo, Semarang- Menjelang bulan suci Ramadan salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan oleh para ahli dan pemerintah adalah memastikan kapan waktu tibanya awal bulan Ramadan. Menentukan kepastian awal bulan Ramadan dalam sistem penanggalan hijriyah dikenal dengan dua cara atau metode yaitu menggunakan metode hisab dan rukyat.

Metode hisab yaitu menggunakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam kaitan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah. Dengan metode hisab perhitungan kapan waktu awal Ramadan serta perhitungan dalam kalender sudah dapat dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Sedangkan metode yang kedua disebut rukyat atau lengkapnya rukyatul hilal yang berarti rukyat yaitu melihat dengan mata, dan hilal berarti bulan sabit. Kenapa disebut bulan sabit, karena yang dilihat dalam proses untuk menentukan awal bulan Ramadan adalah keberadaan bulan di awal yang masih berbentuk sabit.

Apabila hilal sudah terlihat di tanggal 29 Sya’ban sesaat setelah matahari terbenam, maka artinya esoknya telah masuk tanggal 1 Ramadan. Demikian apabila di tanggal 29 Sya’ban belum terlihat atau memang tidak tampak karena faktor cuaca misalnya bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.

Selain untuk menentukan awal puasa Ramadan, kegiatan rukyatul hilal biasanya juga dilakukan untuk memastikan 1 Syawal, 1 Dzulhijjah, dan 1 Muharram.

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang turut ambil peran dalam melakukan pemantauan hilal dengan mempersiapkan tim untuk melakukan pengamatan bulan (rukyatul hilal) Ramadan 1443 H. Tim yang dibentuk nantinya akan disebar di empat titik berbeda yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Pemilihan empat lokasi titik yang berbeda di maksudkan sebagai wujud ikhtiar bersama untuk dapat memastikan kapan tanggal 1 Ramadan. Keempat titik lokasi yang di maksud adalah Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah, Pelabuhan Kendal, dan Pantai Kartini Jepara.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Walisongo Semarang, Dr. M. Rikza Chamami, M.Si dalam keterangannya mengatakan “Betul, ada empat lokasi melihat hilal untuk bulan Ramadan tahun 2022 ini”. Kegiatan pemantauan hilal sudah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan UIN Walisongo Semarang menjelang puasa Ramadan.

Tim rukyatul hilal dari UIN Walisongo yang nantinya diterjunkan terdiri dari pihak dosen dengan dibantu para mahasiswa S1 dan S2 Jurusan Ilmu Falak. Nantinya tim akan mengamati visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam sebagai tanda pergantian bulan pada kalender hijriyah.

Pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1443 H dilakukan UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Lajnah Falakiyyah PCNU Jepara, dan Tim Hisab Masjid Agung Jawa Tengah.

“Kami mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Agama dan Organisasi Kemasyarakatan untuk ikut serta mengabdi dalam menentukan awal Ramadan 1443 H ini,” imbuh Rikza Chamami.

Melalui kegiatan rukyatul hilal yang dilakukan di banyak tempat di Indonesia, nantinya pemerintah melalui Kementerian Agama dapat memutuskan apakah awal bulan Ramadan 1443 H jatuh pada hari Sabtu atau Minggu.

“Ini untuk memastikan apakah Ramadan akan dimulai Sabtu atau Minggu, bergantung pada hasil rukyah. Untuk penentuan awal Ramadan 1443 H, UIN Walisongo tetap menunggu keputusan sidang Isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI petang ini,” ujar Dr Ahmad Adib Rofiuddin MSI, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo.

Masih menurut Adib, saat ini posisi hilal pada akhir bulan Sya’ban 1443 H di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang mencapai 3 derajat, yang artinya kemungkinan besar hilal tidak akan terlihat. Dijadwalkan menurut informasi dari Kementerian Agama, sidang isbat akan dilaksanakan pada hari Jumat, 1 April 2022 atau pada malam 29 Sya’ban 1443 H.

Sumber: https://walisongo.ac.id/?p=10000000009456