Telusur Desa Bringin Kabupaten Semarang

Pasar Bringin yang ada di Desa Bringin, Kabupaten Semarang./ BRINGIN-SEMARANG.SIDEKA.ID

Bringin, Kabupaten Semarang- Nama Bringin ternyata banyak digunakan di berbagai daerah sebagai nama sebuah desa. Menelusurinya di mesin pencari data Google untuk mencari nama Desa Bringin akan ditemukan beberapa desa yang menggunakan nama tersebut, misalnya Desa Bringin yang ada di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Kemudian Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, ada juga Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Di Jawa Barat juga ada Desa Bringin yang ada di wilayah Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Di Kabupaten Semarang nama Desa Bringin merupakan desa yang ada di wilayah Kecamatan Bringin. Kecamatan Bringin sendiri berjarak sekitar 25 kilometer dari Kabupaten Semarang ke arah tenggara. Wilayah Kecamatan Bringin berbatasan dengan Kecamatan Pringapus dan Kabupaten Grobogan di sebelah utara, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bancak dan Kecamatan Pabelan, di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Pringapus, dan di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bancak dan Kabupaten Grobogan.

Secara kewilayahan Desa Bringin menjadi bagian dari Kecamatan Bringin bersama 15 desa lainnya. Kegiatan kebudayaan masih sering dilakukan di Desa Bringin seperti kirab budaya yang dilaksanakan oleh warga dusun.

Di zaman Hindia Belanda Desa Bringin merupakan desa yang cukup maju, karena di Desa Bringin terdapat Stasiun Bringin yang sudah beroperasi kurang lebih sejak tahun 1873. Stasiun Bringin pertama dibuka pada tanggal 21 Mei 1873 yang bersamaan dengan dibukanya jalur Kedungjati-Ambarawa. Namun stasiun ini kemudian dinonaktifkan pada tahun 1976 karena jalur ini kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya.

Dulunya Stasiun Bringin menghubungan rute dari Kedung Jati-Bringin-Tuntang-Ambarawa-Secang dan Magelang. Letak stasiun yang berada persis di depan Pasar Bringin ini dulunya sangat ramai. Untuk wilayah pengelolaan operasional Stasiun Bringin dulunya masuk dalam Daerah Operasi (Daop) IV Semarang.

Asal mula daerah tersebut dinamakan Desa Bringin menurut para sesepuh dari desa tersebut dulunya di desa itu terdapat pohon beringin yang sangat besar. Pohon beringin itu dianggap sebagai simbol yang melekat dengan daerah yang kini bernama Desa Bringin itu. Karena begitu melekatnya dengan daerah itu sehingga desa tersebut menggunakannya sebagai nama desa, maka jadilah nama Desa Bringin.

Desa Bringin memiliki luas secara keseluruhan kurang lebih 459,049 Ha yang terinci sebagai lahan persawahan dan lahan kering. Lahan persawahan di Desa Bringin terkategori menjadi sawah irigasi setengah teknis dengan luas penggunaannya sekitar 78,513 Ha serta sawah tadah hujan seluas 30 Ha. Sedangkan lahan kering untuk pemukiman seluas 118,290 Ha serta tegalan atau perkebunan seluas 232,246 Ha.

Wilayah Desa Bringin terbagi menjadi 6 wilayah dusun yaitu, Dusun Krajan, Dusun Karanglo, Dusun Klopo, Dusun Bojong, Dusun Senggrong, dan Dusun Kroyo. Ketinggian wilayah Desa Bringin berada pada kisaran sekitar 14 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan suhu antara 27-30 °C dan curah hujan sekitar 2000 mm/tahun.

Penduduk Desa Bringin selain menjadi petani banyak juga yang bekerja sebagi karyawan swasta atau menjadi wiraswasta. Sebagaimana struktur lembaga yang ada di desa, di Desa Bringin juga terdiri dari Perangkat Desa Bringin, Badan Permusyawaratan Desa Bringin (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), PKK Desa Bringin, dan Linmas.

Sumber: http://bringin-semarang.sideka.id/profil/sejarah/