Menerka Tokoh Kota Semarang Pilkada 2024

Kegiatan pemungutan suara dalam pilkada sebagai bentuk kontribusi rakyat menjaga demokrasi di daerah. DKPP.GO.ID

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 sudah ditetapkan akan dilaksanakan pemungutan dan penghitungan suaranya pada 27 November 2024.

Dalam Undang-Undang 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota atau biasa disebut dengan UU Pilkada disebutkan bahwa Pilkada Serentak 2024 akan digelar pada bulan November 2024.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan tanggal waktu pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2024 telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Di tahun 2024 selain Pilkada Serentak untuk memilih Gubernur-Wakil Gubernur dan Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota, juga akan diselenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih Presiden-Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI), DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI). Pemilu sendiri akan dilaksanakan diawal tahun 2024 atau tepatnya pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2024.

Perlu diketahui bahwa Pemilu 2024 dalam agenda Pemilihan Legislatif (Pileg) menjadi acuan dari penentuan partai politik-partai politik yang dapat mengusung calon di Pilkada 2024. Berbeda dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang menggunakan hasil Pileg lima tahun yang lalu atau Pileg 2019. Sehingga menerka kontestasi Pilkada 2024 masih sulit dilakukan, karena partai politik sendiri belum tentu dapat mengusung pasangan calon kepala daerah baik secara mandiri maupun berkoalisi.

Kondisi peta politik di daerah yang masih menunggu hasil pileg cukup mempengaruhi kandidasi dalam percaturan Pilkada 2024. Terlebih di kancah nasional sendiri yang kemungkinan besar akan mengalami perubahan setelah Presiden Joko Widodo yang sudah menjabat dua periode yang artinya tidak dapat kembali mencalonkan diri.

Hal serupa pernah terjadi di era akhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pemilu 2014, dimana Partai Demokrat terjun bebas perolehan suaranya, termasuk di daerah-daerah. Kondisi politik nasional yang terjadi seringkali mempengaruhi peta politik di daerah, apalagi dalam momentum kontestasi politik.

Kompleksitas dalam membaca peta politik di Pilkada 2024 juga terjadi di Kota Semarang. Ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 1,6 juta penduduk ini nantinya akan menghadirkan kontestan-kontestan baru dalam Pemilihan Walikota (Pilwako). Tokoh-tokoh politik di Kota Semarang masih sulit untuk diterka siapa saja yang akan ambil bagian dalam memperebutkan kursi walikota dan wakil walikota.

Kota Semarang saat ini dipimpin Walikota Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu yang telah menjabat sejak 2015. Pasangan Hendi-Ita (sapaan akrab Walikota dan Wakil Waliota Semarang) telah menjabat dua periode dengan memenangkan dua gelaran terakhir kontestasi Pilwako Kota Semarang.

Di Pilwako 2015 pasangan Hendi-Ita diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Demokrat. Pasangan ini mendapatkan 46,36% suara dan mengungguli dua pasangan calon lainnya.

Pasangan calon Soemarmo HS-Zuber Safawi yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan 31,96% suara. Sedangkan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golongan Karya (Golkar) mendapatkan dukungan 21,68% suara.

Di periode kedua atau Pilkada 2020, pasangan Hendi-Ita melenggang tanpa ada kompetitor alias sebagai calon tunggal. Pasangan ini diusung oleh sembilan partai politik atau seluruh partai politik pemilik kursi DPRD Kota Semarang untuk berhadapan dengan kolom kosong. Sebanyak 91,4% pemilih memberikan dukungan kepada pasangan petahana ini untuk kembali memipin Kota Atlas.

Pasangan Hendi-Ita sudah dipastikan tidak dapat maju kembali di Pilkada 2024 karena sudah dua periode menjabat. Peluang yang masih terbuka ada ditangan wakil walikota yang kemungkinan besar akan maju. Namun, tetap saja kesempatan maju atau tidak masih akan menunggu hasil Pileg 2024. Atau dapat juga memilih untuk menggunakan jalur independen (perseorangan) bila tidak mendapat dukungan partai politik.

  1. Hevearita Gunaryanti Rahayu (PDIP/Wakil Walikota Semarang)

Mbak Ita sendiri diketahui merupakan anggota PDIP dan menjabat di struktural partai tersebut sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang. Bila rekomendasi PDIP kembali diberikan kepadanya jelas peluang menangnya sangat besar. Selain karena sudah dua periode menjadi wakil walikota, juga selama memimpin Kota Semarang mendampingi Hendrar Prihadi keduanya terlihat sangat kompak dan kurang terdengar adanya ketidaksejalanannya antara walikota dan wakil walikota.

Hal ini tentu menjadi modal kuat untuk dapat meneruskan program kebijakan Walikota Hendi yang dinilai berhasil membangun Kota Semarang.

  1. Arnaz Agung Andrarasmara (Pengusaha/Ketua Kadin)

Sosok lain yang potensial muncul adalah Arnaz Agung Andrarasmara yang saat ini memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang sebagai Ketua Umum. Arnaz merupakan Ketua Umum Komite Olahraha Nasional Indonesia (Koni) Kota Semarang. Selain dikenal sebagai figure pengusaha, dirinya juga memiliki kedekatan dengan walikota dan pernah menjadi ketua koodrinator relawan pemenangan Hendi-Ita di Pilkada 2020.

Nama Arnaz cukup populer di Kota Semarang, baik sebagai pengusaha maupun dikalangan organisasi kepemudaan.

  1. Joko Santoso (Gerindra/Anggota DPRD Kota Semarang)

Nama lainnya dari kalangan partai politik adalah Joko Santoso yang merupakan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang. Namanya patut diperhitungkan sebagai tokoh potensial calon walikota-wakil walikota Kota Semarang mendatang. Rekam jejaknya dalam perpolitikan maupun organisasi masyarakat menjadi bekal kuat untuk menjaring pemilih. Saat ini Joko Santoso merupakan Anggota DPRD Kota Semarang 2019-2024. Di periode 2014-2019 dirinya pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Semarang.

  1. Yoyok Sukawi (Demokrat/Anggota DPR RI)

CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya (A.S Sukawijaya) alias Yoyok Sukawi merupakan nama yang tidak boleh dikesampingkan ketika membicarakan konstelasi politik di Kota Semarang. Putra dari mantan walikota Semarang ini memiliki karier politik yang cukup moncer. Yoyok Sukawi merupakan putra dari Sukawi Sutarip mantan Walikota Semarang dua periode (2000-2005 dan 2005-2010). Sedangkan ibunda Yoyok yaitu Endang Setyaningdya juga pernah menjadi Bupati Demak periode 2001-2006.

Darah politisi jelas tidak bisa dilepaskan dari pria 44 tahun ini, sehingga di Pilkada Kota Semarang 2024 namanya patut diperhitungkan. Saat ini Yoyok Sukawi menjadi Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat. Sedangkan di periode sebelumnya menjabat Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah (2014-2019) dari partai yang sama.

  1. Sigit Ibnugroho (Pengusaha/PAN)

Nama Sigit Ibnugroho sepertinya sudah tidak asing bagi warga Kota Semarang. Sigit pernah maju di Pilkada Kota Semarang 2015 sebagai calon walikota. Meskipun kalah dari Hendi, popularitas yang dimilikinya cukup tinggi, terbukti pada Pileg 2019 dirinya mendapatkan suara terbanyak dari Partai Gerindra di dapil Jateng I. Namun sayangnya akibat situasi di internal Gerindra, jatah kursi DPR RI Dapil Jateng I untuk Partai Gerindra tidak menjadi miliknya.

Setelah tidak menjadi di Gerindra, dalam aktivitas terbarunya diketahui Sigit bergabung menjadi pengurus DPW PAN Jawa Tengah. Patut dinanti bagaimana kiprah Sigit dalam membuat kejutan di kontestasi politik di Kota Semarang.

Kandidat-kandidat yang mungkin muncul di Pilkada Kota Semarang 2024 masih cenderung liar untuk dipetakan. Segala kemungkinan masih dapat terjadi, terlebih hasil Pemilu 2024 sangat menentukan di kontestasi Pilkada Kota Semarang 2024.