Gebyar Pajak Daerah Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang kembali menggelar Gebyar Pajak Daerah dan Pengundian Hadiah PBB tahun 2019 (foto: Pemkot Semarang)

Semarang Tengah – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang kembali menggelar Gebyar Pajak Daerah dan Pengundian Hadiah PBB tahun 2019 di halaman Balai Kota Semarang, Kamis (7/11/2019) malam.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan, kegiatan Gebyar Pajak Daerah ini selalu rutin dilaksanakan oleh Pemkot sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak. Juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar membayar pajak tepat waktu.

Menurutnya acara ini dinilai berhasil dalam meningkatkan pendapatan melalui pajak dan meningkatkan motivasi masyarakat dalam membayar pajak. Buktinya pada tahun 2018 Pemkot mendapatkan PAD dari sektor PBB sebesar Rp 410 miliar dari target Rp 380 miliar. Sedangkan tahun ini, PBB sudah mencapai Rp 466 miliar dari target sebesar Rp 425 miliar.

“Ini tahun anggaran masih berjalan. Alhamdulillah saya rasa partisipasi masyarakat dari hari ke hari semakin meningkat,” ungkap Walikota.

Pada tahun 2020 mendatang, Hendi menargetkan PAD sektor PBB sebesar Rp 490 miliar dengan harapan dapat tembus lebih dari itu. Sehingga, pembangunan di Kota Semarang dapat semakin ditingkatkan.

Bayar Pajak dengan Metode Online

Untuk meningkatkan dan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak, pembayaran pajak harus dipermudah dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang.

“Pajak hiburan, retribusi, bisa pakai e-tax, sehingga meminimalkan head to head antara wajib pajak dan petugas. Saya yakin aset pajak tetap bisa terlampaui tahun ini dan tahun depan,” tegasnya.

Dalam rangka mendukung kemudahan membayar pajak, Polda Jawa Tengah melaunching aplikasi “Sakpole” Minggu (16/7/2018). Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membayar pajak kendaraan bermotor tahunan yang dapat dilakukan dari mana saja.

Hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara launching tersebut. Dalam sambutannya gubernur menjelaskan, “Sakpole” ini merupakan bagian dari layanan bagi masyarakat untuk mempermudah dan mempercepat pembayaran pajak tahunan kendaraan tanpa perlu antre di Kantor Samsat.

“Ada sekitar 11 bank, termasuk Bank Jateng yang mendukung serta turut mendatangani kerja sama ini. Ingat pajak inilah yang yang akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas di Jawa Tengah. Apalagi pajak dari kendaraan bermotor merupakan PAD tertinggi di Jawa Tengah,” tandasnya.

Terobosan ini selaras dengan program Nawacita Presiden RI Joko Widodo dan program prioritas Kapolri sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, informatif, mudah diakses dan berbasis teknologi informasi.

Dengan adanya layanan ini masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor tahunan dapat secara cepat dan mudah melakukan pembayaran. Masyarakat tidak perlu lagi mengantre, tidak berbelit-belit, serta terhindar dari praktik percaloan.

Add Comment