Pemkab Semarang Komitmen Sediakan Buku Bacaan di Era Digital

Bupati Semarang, Mundjirin, saat menghadiri pembukaan pameran buku Kabupaten Semarang tahun 2o19 di Ungaran. (Foto: Pemkab Semarang)

Semarang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berkomitmen untuk selalu menyediakan buku-buku bacaan meskipun kemajuan digital berkembang pesat. Menurut Bupati Semarang, Mundjirin era digital tidak akan menggerus dan menghilangkan keberadaan buku.

Hal ini disampaikannya saat membuka pameran buku Kabupaten Semarang tahun 2o19 di Ungaran, Selasa (I/IO/2019) siang.

Mundjirin yakin buku akan tetap dimintai dan dinikmati masyarakat sebagai sumber ilmu pengetahuan. Pemkab akan memegang terus komitmen menyediakan buku bacaan bermutu bagi masyarakat.

“Kita sudah mencanangkan sebagai Kabupaten Literasi. Karenanya, komitmen ini terus dipegang dengan menyediakan buku bacaan di perpustakaan hingga ke tingkat desa, ” tegasnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Hendy Lestari menjelaskan pameran buku akan berlangsung I-6 Oktober mendatang. Sebanyak 2O penerbit ikut menggelar bukunya di pameran itu.

“Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai wahana untuk meningkatkan kesejahteraan warga, ” terangnya.

Meningkatkan Minat Baca

Pameran Buku, yang digelar oleh  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang, di Gedung Muhammadiyah Jl. K.H. Hasyim Asy’ari ini mengangkat tema  Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang, Hendy Lestari, dalam laporannya antara lain mengatakan, pameran buku yang dipamerkan adalah buku-buku yang berkualitas, dan tentu dibawah harga pasar.

Maksud tema tersebut adalah, perpustakaan harus bertransformasi tak akan tempat baca dan pinjam buku, tetapi, pepustakaan tempat kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan teknik Informasi Ketrampilan masyarakat yang diperoleh dari kegemaran membaca, ditambah dengan workshop-workshop yang berkelanjutan.

“Sehingga dari hasil keterampilan yang menghasilkan, dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat,” sebut Hendy.

Pameran Buku akan digelar selama 6 hari kedepan, dan berakhir Minggu 6 Oktober 2019. Pameran diikuti sebanyak 27 peserta, yang terdiri atas (4)  stand kuliner, (1) stand UMKM, (1) Perumahan Muhammadiyah, dan (1) stand Aisyah, serta (20) stand lainnya adalah stand dari Penerbit Ternama.

“Selanjutnya, lomba Bincang Literasi oleh 4 penulis Lokal Kabupaten Semarang, dan lomba Mini Workshop Menulis Buku Anak, serta lomba Bincang Literasi Bersama Bambang Iss Wirya,” terang Hendy.