Wali Kota Semarang Tinjau Kembali Wilayah Kaligawe

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan peninjauan kembali wilayah Kaligawe. (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang– Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan peninjauan kembali wilayah Kaligawe dalam kegiatan rutin Gowes Sepeda bersama dengan OPD Kota Semarang pada Jumat, 20 September 2019. Gowes yang dimulai dari Balai Kota ini berakhir di Rusunawa Kaligawe.

Wali Kota Semarang memilih untuk meninjau Rusunawa Kaligawe karena masyarakat belum menjaga kebersihan di Lingkungan Rusunawa Kaligawe.

Dalam Kegiatan ini juga di ikuti oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Sekda Kota Semarang, Camat Kaligawe, dan Lurah Kaligawe.

“Saat ini ada wabah penyakit Leptospirosis, wabah penyakit ini belum ditemukan cara penyembuhannya, jadi saat ini hanya bisa dilakukan pencegahan.” Tutur Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi

Saat ini sedang terjadinya  wabah penyakit Leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit yang terjadi karena bakteri yang dibawa oleh hewan tertentu yang tinggal didalam ginjal hewan yang juga terinfeksi oleh bakteri ini kemudian dapat dikeluarkan melalui urin hewan tersebut sehingga bisa mengkontaminasi air dan tanah dilingkungan ini.

“Kepada warga Rusun Kaligawe untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan disekitar tempat tinggalnya. Menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga melakulan kegiatan penanaman pohon  menjelang musim hujan agar nyaman, sejuk, dan udaranya semakin sehat.

Penataan Wilayah Kaligawe

Kaligawe merupakan sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kaligawe merupakan salah satu kelurahan di Semarang yang sering dilanda banjir rob karena lokasinya yang berdekatan dengan laut.

Kawasan ini sering dikenal sebagai kawasan banjir. Wali Kota menyatakan bahwa banjir di kawasan Kaligawe karena proyek normalisasi Sungai Sringin dan Tenggang hingga kini belum selesai.

Meski pembangunan bendungan di hilir kedua sungai sudah selesai, tapi pompa yang digunakan untuk menyedot air dari darat ke laut belum maksimal beroperasi.

“Hari ini genangan rob memang cukup tinggi, karena kemarin (2/12/2018) tanggulnya dijebol oleh PU dan BBWS atas desakan masyarakat karena hujan cukup tinggi dan air tidak bisa masuk ke laut. Itu karena pompanya belum bisa difungsikan karena proyek belum selesai,” kata Hendrar Prihadi tahun lalu.

Dampak tanggul atau bendungan sungai dijebol mengakibatkan air laut yang cukup tinggi masuk ke daratan hingga terjadinya rob.

“Oleh karena itu, kita minta semua dinas yang punya pompa baik PU kota, BBWS, dan PU provinsi untuk bisa drop pompanya di Genuk dan Kaligawe. Supaya segera kering,” katanya.

Hendi ini mengakui, adanya keterlambatan dalam penyelesaian normalisasi Sungai Bringin dan Tenggang.

“Kalau dalam kontrak, harusnya pompa terpasang pada Agustus-September lalu. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai hal itu,” ungkapnya.