UNNES Raih Anugerah Insan Publikasi Nasional Sinta Awards 2019

UNNES berhasil meraih Anugerah Insan Publikasi Nasional Sinta Awards 2019 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). (Foto: UNNES)

Semarang- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menggelar Science and Technology Index (SINTA) Award tahun ini. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap upaya yang dilakukan kalangan peneliti dan akademisi dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal.

Tahun ini, dalam ajang kompetisi akademisi kali ini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendapatkan Anugerah Insan Publikasi Nasional Sinta Awards 2019.  Kali ini Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (JPII) yang diterbitkan UNNES berhasil mendapat penghargaan sebagai Jurnal Terbaik III.

Rektor UNNES, Prof. Fathur Rokhman, menyampaikan bahwa perolehan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dari pengelola jurnal JPII. Kedepan semua jurnal di UNNES didorong untuk terus meningkatkan kualitasnya melalui akreditasi.

Sinta Awards adalah penghargaan bergengsi yang diadakan  oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti menyelenggaralan Anugerah Insan Publikasi Nasional tahun 2019. Ada 5 kategori kali ini, penulis terbaik, jurnal terbaik, PT dengan Paten terbanyak, Inventor dan penulis paling produktif.

JPII yang terindeks Scopus sejak 2017 memiliki kekuatan di Sitasi Scopus karena jumlah sitasi pertahun melebihi jumlah artikel yang diterbitkan. Rata-rata sitasi 2 tahun terakhir di Google Scholar lebih dari 700 per tahun. Kekuatan yang dimiliki menempatkan jurnal ini terbaik ketiga dari 2.700 jurnal terakreditasi di Sinta.

Dr Parmin, sebagai Chief  Editor JPII menyampaikan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas artikel dan integritas pengelolaan yang professional.

Motivasi Penelitian

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam sambutan di Acara Pemberian Penghargaan SINTA 2019 berharap, agar ajang ini dapat memotivasi para peneliti untuk lebih giat menghasilkan publikasi. Bahkan perlahan diharapkan dapat menghilangkan ketergantungan terhadap penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar negeri.

“Sistem ini masih jauh dari sempurna karena memang baru dimulai. Namun tidak akan berhenti untuk disempurnakan. Dengan SINTA diharapkan daya saing jurnal dan publikasi ilmiah dapat meningkat tajam di tahun-tahun ke depan,” kata Nasir di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 12 September 2019.

Publikasi ilmiah di Indonesia, kata Nasir, bergerak secara eksponensial dari beberapa tahun terakhir, hingga mencapai puncaknya pertengahan tahun 2019. Indonesia berhasil merajai ASEAN dalam hal publikasi ilmiah yang dipublikasi di 2018 dan sudah terbit di jurnal terindeks Scopus.

“Ini semua membuktikan bahwa Kemenristekdikti serius dalam memperbaiki iklim riset Indonesia,” terang Nasir.