Diikuti oleh 363 Peserta, ACPES Diselenggarakan di UNNES

ASEAN Council of Physical Education and Sport (ACPES) dapat menjadi solusi bidang olahraga tahun ini diselenggarakan di UNNES. (Foto: UNNES)

Semarang- Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah penyelenggara 5th ASEAN Council of Physical Education and Sport  (ACPES) , Rabu (11/09/2019).

Menurut keterangan dari Dekan FIK, Prof Tandiyo Rahayu, ACPES kali ini diikuti oleh 185 pemakalah dan 363 peserta dari 11 negara yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar, Singapura, Denmark, Jerman, Taiwan, Tiongkok, dan Indonesia.

Konferensi yang bertempat di UTC UNNES Semarang ini berada di bawah naungan International Council of Sport Science and Physical Education (ICSSPE). Selama tiga hari, para pakar dan praktisi akademik dari Asia dan Eropa berbagi pengetahuan, gagasan, dan pengalaman baru terkait pendidikan jasmani dan olahraga.

Beberapa topik dalam konferensi ini, yakni pendidikan jasmani termasuk pengajaran, penilaian, kurikulum, administrasi dan manajemen, ilmu olahraga termasuk pedagogi olahraga, psikologi olahraga, biomekanik olahraga, pelatihan olahraga, dan manajemen olahraga.

Kemudian, kesehatan diantaranya pendidikan kesehatan, kesehatan masyarakat , dan nutrisi olahraga.

Kegiatan ACPES ini memiliki jaringan bersama dengan Universitas Srinakharinwirot Thailand,  ‘Universiti Putra Malaysia, Universitas Negeri Mahasarakham Malaysia, PESS – NIE, Singapore, Mindanao State University – llT, liligan Filipina, ITE kampus timur Singapore, Kasetsart  University Thailand, Universiti Teknologi Mara UiTM Malaysia, dan delegasi khusus dari Kamboja dan Myanmar.

Konferensi tahunan ini diharapkan dapat menambah jaringan pertemanan dan sarana bertukar pikiran antar akademisi khususnya di kawasan Asia Tenggara. Dengan berdiskusi, kualitas pengetahuan antar institusi dapat terus berkembang.

Diskusi Masalah Olahraga

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman, berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat dan solusi atas berbagai persoalan saat ini, khususnya di bidang keolahragaan dan pendidikan jasmani.

Prof Fathur menjelaskan, konferensi ini menggabungkan berbagai program seperti sesi keynote, presentasi, lokakarya, pelatihan, dan presentasi poster menghadirkan pembicara yang berkualifikasi internasional. Sehingga dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan keilmuan yang bisa dimanfaatkan dalam perkembangan ilmu keolahragaan.

Luaran konferensi internasional ini adalah terpublikasinya sejumlah artikel hasil penelitian pada jurnal-jurnal bereputasi internasional terindeks.

Hadir sebagai nara sumber Nyonya Katrin Koenen dari Berlin Jerman (Direktur Ilmiah Profesor ICSSPE),  Profesor Supranee Kwanboonchan (Presiden ACPESSWU Thailand), Harry Warganegara Harun (Ketua Eksekutif Pengembangan Olahraga, Komite Olimpiade Nasional Indonesia, salah satu orang di balik keberhasilan Asian Games 2018 di Indonesia).

Kemudian, Profesor Li Hongjuan (Universitas Olahraga Beijing, Cina), Profesor Frank Jing-Horng Lu (Universitas Kebudayaan Cina Taiwan), Ryan Rusli Gozali (Liga Mahasiswa Jakarta Indonesia), Profesor Erik Juul (VIA University College, Aarhus Denmark), dan Mr Sondra Valery Heitmann (Asosiasi Senam Norwegia).

Add Comment