1.757 Mahasiswa UIN Walisongo Diberi Pembekalan Sebelum KKN

1.757 Mahasiswa UIN Walisongo mendapat pemkelan sebelum menjalani Kulian Kerja Nyata (KKN) (Foto: UIN Walisongo)

Semarang- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bekali mahasiswa sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Aula II UIN Walisongo, Senin (30/9/2019).

Menutut keterangan dari ketua LP2M, Akhmad Arif Junaidi bahwa KKN ke-73 berjumlah 1.757 mahasiswa.

Jumlah ini merupakan jumlah terbanyak dalam sejarah UIN Walisongo. Melalui Pembekalan KKN ini, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyararakat (LP2M) menghendaki para mahasiswa KKN dituntut peran aktif di masyarakat.

“Mereka dibagi menjadi dua lokasi yakni Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal. Kabupaten Semarang 6 Kecamatan: Tuntang, Bringin, Pabelan, Getasan, Banyubiru dan Sumowono. Sementara Kendal 2 Kecamatan: Sumowono dan Singorojo,” jelas Arif.

Program KKN ini mengajak mahasiswa supaya tidak menjadi menara gading. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas tetapi juga terjun di tengah masyarakat.

“Kalian sudah pintar di kelas, mendapat nilai A. Pertahankan dan sempurnakan nilai melalui KKN ini. KKN mengintegrasikan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat,” jelas Wakil Rektor I UIN Walisongo, Mukhsin Jamil dalam sambutannya.

Program KKN

KKN UIN Walisongo Semarang menyangkut lima program kerja pokok KKN yaitu bidang Keagamaan, bidang Pendidikan, bidang Ekonomi atau Wirausaha, bidang Lingkungan dan bidang Kesehatan.

Oleh karena itu, sebelum terjun ke masyarakat mereka dibekali berbagai macam materi dari para ahli. Diantaranya mengenai kebijakan umum KKN di UIN Walisongo oleh Mukhsin Jamil, kebijakan pembangunan di pemerintah Kabupaten Semarang dan Kendal oleh Kabag Kesra Kabupaten Semarang dan Kendal serta penguaatan perilaku positif masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat oleh Muhammad Amin.

Sementara itu, Kapus PPM Rikza Chamami berharap pembekalan KKN yang dilaksanakan selama dua hari yakni 30 September – 1 Oktober 2019 ini memiliki nilai religius sesuai tema KKN “Pemberdayaan Agama Berbasis Masjid dan Madrasah”.

Rikza menginstruksikan kepada panitia agar sebelum acara dimulai membaca asma’ul husna atau shalawat dan istighosah bersama di akhir acara.

Add Comment