Walkot Semarang Dapat Penghargaan sebagai Pembina UMKM Berizin Terbanyak

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia, Paulus Pangka, berfoto bersama usai penyerahan dan penerimaan penghargaan. (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mendapatkan penghargaan sebagai Pembina UMKM berizin terbanyak. Penghargaan ini diterimanya pada acara Semarang Introducting Market 2019 di Jalan Bojong Salaman, Banjir Kanal Barat (BKB), Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019) malam.

Wali Kota Semarang dalam hal ini tercatat sudah  membina sebanyak 16.597 UMKM sejak tahun 2015. Pemberian penghargaan diberikan oleh Ketua Umum dan Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka.

Penghargaan ini juga diberikan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sejak dibawah kepemimpinan Hendrar Prihadi telah berhasil membina pemberdayaan UMKM di Kota Semarang.

“Salah satu program yang dicanangkan beliau adalah iJus Melon yang telah mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo sebagai 40 inovasi terbaik di Indonesia tahun 2017,” sebutnya.

Inovasi tersebut merupakan singkatan dari Ijin Usaha Mikro Melalui Online (iJus Melon).

“Ini merupakan program pencatatan ijin usaha mikro dan kecil yang memberikan kemanfaatan bagi UMKM yang terdaftar usahanya. Berkat program ini, Wali Kota Semarang berhasil membina 16.597 UMKM dan pastinya akan terus berkembang,” ujarnya.

Ijin Usaha Melon

Dalam beberapa kesempatan, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menyampaikan bahwa program iJus Melon ini bisa memicu total omzet pelaku usaha kecil di Kota Semarang dan juga berpengaruh pada penyerapan jumlah tenaga kerja.

Menurutnya, dengan inovasi aplikasi iJus Melon, pelaku usaha mikro di Kota Semarang bisa cepat mendapatkan legalitas usaha, hanya 4 menit.

“Legalitas itu bisa menjembatani pengusaha kecil mendapatkan instrumen bantuan seperti modal dan pendampingan. Cepatnya pengurusan legalitas karena adanya pemangkasan jalur birokrasi karena sistemnya online,” ujarnya.

tidak lupa penutupan event Semarang Introducting Market 2019  dimeriahkan musik lokal dan Nobar Bola PSIS  melawan Madura United dan Gratis Kopi dengan cara menukarkan plastik bekas sebagai upaya pemerintah dalam mengurai sampah plastik.