UIN Walisongo Semarang Serius Cegah Radikalisme di Kampus

UIN Walisongo adakan diskusi cegah radikalisme di kampus dengan tema Upaya dan Pencegahan Paham Radikalisme di Perguruan Tinggi. (Foto: UIN Walisongo)

Semarang- Sebagai salah satu kampus Islam Negeri, UIN Walosongo Semarang terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini coba dibuktikan dengan upaya UIN Walisongo untuk mencegah Radikalisme terutama di kalangan kampus.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Imam Taufiq menyatakan siap bersama-sama mencegah radikalismen. Bersama dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Akhmad Muqowam, berdiskusi terkait masalah pencegahan radikalisme di dalam kampus.

Kegiatan diskusi antara rombongan DPD RI dengan Pimpinan UIN Walisongo Semarang ini berlangsung di ruang sidang biro lantai 3 gedung rektorat kampus I dengan mengusung tema “Upaya dan Pencegahan Paham Radikalisme di Perguruan Tinggi” Kamis (08/08/2019).

“Saya sangat setuju dengan upaya DPD RI. Untuk melawan radikalisme kampus, kami memang harus aktif dalam beraksi. Menyatakan sikap menolak radikalisme saja belum cukup,” ujar Prof Imam.

Menurutnya, apabila aliran dan pemikiran tidak sejalan dengan Pacasila maka kedepan akan menjadi masalah yang serius terutama bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Maka dari itu seluruh pimpinan UIN Walisongo Semarang berkomitmen dan berupaya keras melakukan pencegahan-pencegahan bibit radikalisme di kampus” imbuhnya.

Acara diskusi diikuti perwakilan dari mahasiswa dan beberapa jurnalis.

Menangkal Radikalisme

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Akhmad Muqowam berpendapat bahwasanya gerbong terahir untuk menangkal paham radikalisme adalah perguruan tinggi.

“Perguruan Tinggi diharapkan mampu jadi filter yang selektif saat melakukan perekrutan mahasiswa baru, harus betul-betul di amati dari lulusan sekolah dan dari cara berpakaiannya, bahkan bisa juga dilihat dari organisasi ekstranya” ungkapnya

pencegahan paham radikalisme berbasis agama itu harus dimulai dari pembentukan pola pikir yang itu bisa di awali melalui dunia pendidikan islam, khususnya perguruan tinggi islam di bawah kementerian agama, kenapa? Karna pencegahan paham radikalisme paling tepat adalah melalui pola kerjasama pemerintah dengan Perguruan Tinggi Islam.

“Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia jangan sampai ideologi Pancasila tergerus dengan ideologi yang lain” jelas Muqowam.