Pelajari Makna Marka Yellow Box Junction di Jl. Pandanaran Kota Semarang

YBJ merupakan salah satu infrastruktur Kota Semarang yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang dan saat ini YBJ yang ada di Kota Semarang hanya terdapat di Jl. Pandanaran. (Foto: Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang)

Semarang- Kalian yang berkunjung ke Kota Semarang dan melintas Jl. Pandanaran, harus mempelajari garis-garis warna kuning disekitar jalan ini. Ya, garis yang hanya terdapat di Jl. Pandanaran Kota Semarang ini juga bisa kita sebut sebagai Yellow Box Junction.

Yellow Box Junction (YBJ) merupakan kotak kuning berbentuk garis persegi yang berukuran besar dan terdapat dipersimpangan jalan. YBJ ini bentuk dari perwujudan dari marka jalan dengan menggunakan cat kuning agar terlihat jelas.

YBJ merupakan salah satu infrastruktur Kota Semarang yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang dan saat ini YBJ yang ada di Kota Semarang hanya terdapat di Jl. Pandanaran karena jalan tersebut menjadi salah satu titik kepadatan kendaraan di pusat kota.

“YBJ adalah marka jalan yang bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas di jalur dan berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain yang tidak padat. Dengan YBJ, diharapkan kepadatan di persimpangan tidak terkunci,” jelas Dinas Perhubungan Kota Semarang di akun resmi Instagram, @dishubkotasmg baru-baru ini.

YBJ berfungsi untuk mencegah kepadatan lalu lintas dipersimpangan jalan yang mana ketika lampu traffic light sudah hijau pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ.

Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Jadi jika pengendara melihat jalur didepan tersendat, sebaiknya tidak memaksa masuk ke YBJ walaupun lampu masih hijau. Sehingga ketika jalur lain hijau tidak akan terjadi ketersendatan arus lalu lintas.

Sama seperti marka dan rambu lainnya, YBJ tentu akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran pengguna jalan. Kesadaran itu pula yang menjadi kunci kelancaran arus lalu lintas.

Adanya YBJ ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di persimpangan Jl.Pandanaran yang menjadi pusat kota sekaligus pusat oleh – oleh Kota Semarang.

Fungsi YBJ

Dishub Kota semarang juga menjelaskan bahwa Yellow Box Junction sangat berguna di persimpangan-persimpangan jalan yang padat pada jalan-jalan utama, serta saat waktu puncak kepadatan lalu lintas. Banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos lampu (traffic light) merah, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai.

Adanya YBJ ini walaupun lampu traffic light sudah hijau pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar.

Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan di tilang, ini sama saja melanggar marka jalan.

Yellow Box Junction akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan. Sebab kesadaran warga juga kunci utama kelancaran lalu lintas. Jadi jika pengendara melihat jalur di depan tersendat, sebaiknya tidak memaksa masuk ke YBJ walaupun lampu masih hijau. Sehingga ketika jalur lain hijau, tidak akan terjadi tersendatnya arus lalu lintas.

Dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya ialah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000,-.