Mahasiswa KKN UNDIP, Inisiasi Pemalang Ekspo 2019

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama beserta Pimpinan Fakultas mengunjungi Pemalang Ekspo 2019 yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Tim II Tahun Akademik 2018/2019. (Foto: UNDIP)

Semarang- Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama, melakukan kunjungan di acara Pemalang Ekspo 2019. Acara ini merupakan gagasan dari mahasiswa KKN Tim II Tahun Akademik 2018/2019 yang digelar di Desa Penggarit, Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang pada Rabu, (14/08/2019).

Bersama dengan Pimpinan Fakultas, Rektor Undip didampingi langsung oleh Bupati Pemalang Dr. H. Junaedi.

Prof Yos menyampaikan bahwa Kegiatan KKN adalah ladang bagi mahasiswa untuk mengabdikan ilmunya sekaligus juga media pembelajaran.

“Selain mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang didapat dengan memberikan terobosan dan inovasi yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya lagi, dalam KKN, mahasiswa juga memperoleh pelajaran tentang leadership dan management dari perangkat atau pemerintah daerah. Sehingga mereka juga memperoleh ilmu sebagai bekal berkompetisi di dunia kerja.

Bupati Pemalang Dr. H. Junaedi, dalam hal ini mengucapkan banyak terimkasih kepada mahasiswa Undip.

“Kegitan KKN sangat membantu Pemerintah setempat dalam program pemberdayaan masyarakat yang dapat memberikan manfaat, diantaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk jangka waktu panjang dan berkelanjutan, juga peningkatan sumber daya dan potensi lokal yang dapat memberikan kemanfaatan,” jelasnya

Inovasi Produk Lokal  

“Pemalang Ekspo 2019” memamerkan banyak produk unggulan dari beberapa desa, diantaranya desa Asemdoyong, Banjardawa, Penggarit, Kaligelang, Gondang, Sokawati, Jebed Selatan, Kedungbanjar, Taman, Cibelok, Banjaran, Cangak, Pasir dan beberapa desa lainnya.

Produk unggulan yang diekspo diantaranya: spray antinyamuk, pupuk cair limbah udang, alat pirolisis, lampu emergency, olahan makanan berbahan dasar rumput laut dan lele, bricket dari bonggol jagung dan sedotan dari bambu yang mendukung program plastic less.

Selain di Pemalang, Mahasiswa KKN UNDIP diberbagai daerah juga melakukan hal yang sama. Misalnya di Semarang. Menurut Diyan Fitriyani, Muhammad Fadel, dkk yang menjalani  KKN di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono  memanfaatkan kunyit atau curcuma domestica.

Mereka menjadikan kunyit tidak hanya sebagai bumbu masakan, tetapi juga memanfaatkan kunyit untuk menghilangan bau feses ternak. Menurut mereka air kunyit ternyata mampu membunuh kuman-kuman dan menetralisir bau kotoran pada kandang ternak, seperti kandang ayam atau kandang sapi.