Kampanye Kreatif, Semarang Cantik Tanpa Sampah Plastik

Bersama dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Dinas Pekerjaan Umum mengadakan kampanye kreatif Semarang Cantik Tanpa Sampah Plastik. (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang- Semarang Cantik Tanpa Sampah Plastik, merupakan kampanye kreatif untuk menyuarakan kesadaran kebersihan lingkungan. Kampanye ini digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum bersinergi dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

“Acara ini kami lakukan karena keprihatinan yang kami rasakan terhadap penggunaan plastik yang sangat marak dan akhirnya hanya menimbulkan polusi,” jelas Arum selaku Ketua acara.

Menurutnya, dalam acara ini panitia melakukan campaign sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang lingkungan sekitar terutama bahaya dari sampah plastik.

Tujuannya yakni untuk mengurangi sampah plastik. Kampanye itu dilaksanakan hari minggu kemarin tanggal 14 Juli 2019 di sekitaran Jl. Pahlawan pada saat car free day.

Kampanye (Campaign) ini, juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kota Semarang agar lebih peduli dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Hal ini dilakukan karena sampah plastik akan berdampak pada perubahan iklim secara luas dan juga dapat mencemari ekosistem terutama di saluran saluran air.

Acara yang bertema “Breathing Earth” ini mendapat antusias dari masyarakat sekitar yang melihat dan tergerak untuk memberikan sampah yang dimilikinya. Selain menerima sampah, masyarakat yang berpartisipasi juga akan mendapat hadiah.

Pada sela sela kegiatan, terdapat warga Malang yang sedang menikmati car free day dan ingin meniru campaign tersebut untuk diaplikasikan di Kota Malang.

Kurangi Plastik Sampah

Upaya mengurangi plastik sampah juga dilakukan oleh pemerintah pusat. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan gerakan satu juta tumbler.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti mengatakan hal itu dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.

“Mari menggunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik, paling tidak mengurangi pemakaian botol kemasan dan sedotan plastik,” kata Niken di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 28 Juli 2019.

Menurut dia, tingkat pencemaran sampah plastik di Indonesia sudah luar biasa. Karena itu, perlu komitmen dari semua pihak untuk mengurangi dampak sampah plastik.

Menurut Niken, acara seperti ini juga digelar di 10 kota, yaitu Yogyakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Pontianak, Makassar, Semarang, Papua Barat, Lampung dan Medan.

“Sampah plastik di laut juga berbahaya. Karena itu ajakan kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menggunakan tumbler,” ujarnya.

Add Comment