BKPM Adakan Market Sounding Proyek

Badan Koordinasi Penanaman Modal mengadakan kegiatan Market Sounding Proyek. Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Semarang dan bekerja sama dengan Badan Usaha (KPBU) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang. (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang- Bersama dengan Badan Usaha (KPBU), Badan Koordinasi Penanaman Modal mengadakan kegiatan Market Sounding Proyek, (13/08/2019). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari perusahaan swasta nasional maupun asing.

Selain itu, hadir pula BUMN di bidang pelaku industri pengelolaan sampah, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan. Lembaga lain yang hadir yakni dalam bidang konsultan, asosiasi bisnis terkait, serta Kedutaan Besar dari negara sahabat.

Direktur Perencanaan Infrastruktur, BKPM, Heldy Satrya Putera dalam sambutannya menyampaikan bahwa Market Sounding PSEL Kota Semarang yang diadakan pada hari ini akan membahas dokumen OBC.

“Berdasarkan dokumen OBC, Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota sehingga tidak menutup kesempatan penggunaan teknologi lain selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup terkait spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati,” jelasnya.

Menurutnya, total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Mekanisme untuk pengembalian investasi adalah menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang yaitusebesar Rp 100 -150 Miliar per tahun.

Heldy menambahkan, tujuan kegiatan Market Sounding ini adalah untuk mendapatkan masukan (feedback) dari pasar terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan, disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar.

“Setelah acara ini, BKPM bersama Pemerintah Kota Semarang senantiasa berupaya untuk tetap membina komunikasi dengan para peserta Market Sounding dalam bentuk penyampaian perkembangan terkini  persiapan Proyek PSEL Kota Semarang hingga pada tahap Prakualifikasi nanti,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam kegiatan Market Sounding di Ruang Grand Ballrom, Gumaya Tower Hotel, Semarang, Selasa (13/08).

Kegiatan Market Sounding ini dilaksanakan dengan format acara yang terdiri dari 2 (dua) sesi utama, yaitu sesi presentasi proyek dan sesi diskusi proyek. Dalam sesi presentasi proyek disampaikan penjelasan mengenai “Skema Pembiayaan dalam Penyediaan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah”, oleh Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas.

Penjelasan tentang “Penjaminan Proyek Infrastruktur”, oleh Direktur Eksekutif Bisnis PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII); dan Presentasi Proyek “Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang” oleh Price water house Coopers (PwC) selaku konsultan.

Proyek KPBU PSEL Diharapkan Atasi Masalah Sampah

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proyek KPBU PSEL ini bukan merupakan proyek KPBU pertama yang dilaksanakan oleh Kota Semarang.

Sebelumnya telah dilaksanakan proyek KPBU SPAM Semarang Barat yang saat ini telah mencapai tahapan Financial Close dan siap untuk segera beroperasi. SPAM Semarang Barat ini mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat, diberikan Presiden Joko Widodo dalam wujud Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) pada tanggal 9 Mei 2019 untuk Kategori Penghargaan Khusus Pembangunan Infrastruktur Daerah Skema KPBU, sebagai usaha yang memiliki inovasi pembiayaan terbaik Skema KPBU.

Selain Proyek PSEL yang kita kenal saat ini, Kota Semarang juga telah membangun Instalasi PSEL berteknologi Landfill Gas di TPA Jatibarang yang akan menghasilkan listrik  sebesar 0,8 MegaWatt. PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) antara PT. PLN dengan PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan. Walau demikian, PSEL Landfill Gas tersebut belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.

Oleh karena itu, Proyek Pembangunan PSEL ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan yang baik bagi kota-kota lainnya.

Lokasi proyek berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Luas area sekitar 4 Ha dengan produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.000 ton/hari dari sampah padat kota Semarang.

Persyaratan Minimum Proyek yang diajukan adalah teknologi harus terbukti dengan rekam jejak yang jelas dan sukses dalam mengolah sampah dengan komposisi mirip dengan proyek ini serta memiliki ketahanan terhadap perubahan komposisi sampah.

Diharapkan teknologi ini dapat terbukti dalam mengurangi sampah Kota Semarang dan dapat mengendalikan emisi sesuai dengan standar internasional ataupun Indonesia.

Add Comment