16 Kecamatan di Semarang Ikuti Program Pengembangan Kampung KB

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang meninjau kembali mengenai program ini dan juga membentuk tim koordinasi untuk program ini, di Kantor Disdaduk Kota Semarang. (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang- Sebanyak 16 Kecamatan yang ada di Kota Semarang mengikuti program pengembangan Kampung Keluarga Berencana (KB). Program ini merupakan tindak lanjut dari Pemerintah Kota Semarang dalam pelaksanaan Program Kampung KB.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang meninjau kembali mengenai program ini dan juga membentuk tim koordinasi untuk program ini, di Kantor Disdaduk Kota Semarang, Tembalang, Selasa (20/08/2019).

“Dari yang biasa menjadi luar bisa, dan mengubah dari yang sederhana menjadi sejahtera”, tutur Gurun Risyadmoko Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang.

Gurun menambahkan, program ini memiliki tujuan mensejahterakan warga yang ada di Kampung KB dengan memanfaatkan potensi-potensi yang memang dimiliki oleh masyarakat, seperti mengelola botol-botol bekas menjadi pot tanaman, membuat fasilitas olahraga, mengadakan pelatihan-pelatihan kerajinan seperti menjahit dan lain sebagainya.

Diharapkan dari kegiatan tersebut mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih baik sehinga setiap kampung KB menjadi kampung yang berkualitas dan unggul.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang berharap Kota Semarang dapat menjadi juara sebagai kampung  KB terbaik tingkat Nasional.

Kebijakan Kampung KB merupakan salah satu program prioritas untuk mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera.

Seluruh masyarakat diharapkan dapat ikut bergerak merealisasikan program kampung KB untuk dapat mengubah kampung yang tidak layak menjadi kampung yang layak huni dan lebih baik.

Inovasi Kampung KB

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB di seluruh Nusantara telah menghasilkan ratusan Kampung KB.

Sepanjang tahun 2017 ini bakal ada sekitar 7166 Kampung KB di seluruh Indonesia. Hingga April 2017, Kampung KB yang sudah terbentuk baru 633. Masih ada sekitar 9 bulan lagi untuk mengejar sekitar 6000 Kampung KB.

Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.

Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Prinsipnya Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya.