Tingkatkan Potensi Petani, Dinas Pertanian Adakan Bimtek Budidaya Buah Durian

Melalui Dinas Pertaian Kota Semarang, masyarakat baru-baru ini mendapatkan bimbingan secara teknis bagaimana melakukan inovasi dalam budidaya durian. (Foto: dispertan semarang kota)

Semarang- Pemerintah Kota Semarang terus berupaya meningkatkan potensi masyarakat. Melalui Dinas Pertaian Kota Semarang, masyarakat baru-baru ini mendapatkan bimbingan secara teknis bagaimana melakukan inovasi dalam budidaya durian.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan intensifikasi pertanian ditahun 2019. Bimbingan teknis untuk petani drian ini berlangsung  selama 2 hari (10-11 Juli 2019).

Kegiatan bimbingan teknis kali ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Kasi Produksi Hortikultura dan Perkebunan  Komara Irawati, Kamis (11/7/2019).

Diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari kelompok penerima demplot pertanian perkotaan tahun 2019 dan pendamping program pertanian perkotaan di Kota Semarang. Dalam kegiatan ini Narasumber berasal dari Pakar Budidaya tanaman Durian yaitu Juwanto.

Materi yang disampaikan hari pertama adalah cara budidaya buah durian. Hari kedua praktek pengaplikasian materi yang telah disampaikan. Praktek dilakukan di Kebun Cepoko milik salah satu petani.

“Saat ini sedikitnya sudah ada 12 produk hortikultura yang sudah kita ajukan sertifikasi ke Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Badan Litbang Kementerian Pertanian RI,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu, Jumat (8/3).

Ia menjelaskan, ke-12 produk hortikultura tersebut antara lain berupa buah alpukat dan buah durian lokal yang memiliki kualitas unggul. Selain itu juga ada satu varietas padi lokal yang juga didaftarkan, yakni varietas padi unggul dari Tambakboyo, Ambarawa.

“Varietas padi ini memiliki keunikan sudah dibudidayakan secara turun temurun dan ditanam di seputaran Ambarawa dan Banyubiru,” katanya.

Peserta diajarkan dan mencoba langsung membuat top working tanaman buah durian gua mendapatkan sambungan yang maksimal. Selama acara berlangsung, baik saat diskusi di ruangan maupun saat praktek.

Dengan adanya pelatihan bimtek durian diharapkan para petani Kota Semarang dapat mengembangkan ilmunya. Semoga informasi teknologi budidaya durian pada bimtek kali ini dapat diaplikasikan sehingga buah tropika mempunyai daya saing yang tinggi.

Budidaya Buah Durian

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan.

Macam varietas durian tersebut adalah: durian Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor), Sunan (Jepara), Montong (Thailand), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Sijapang (Betawi) dan Sihijau (Kalimantan Selatan).

Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya, terdapat manfaat dari bagian lainnya, yaitu, tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yang miring. Batangnya untuk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.

Selain itu, menanam durian juga bermanfaat karena bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya). Terakhir,  kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan. cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.