Rektor Ajak Sivitas Akademika Jaga Kualitas Udinus

Rektor Udinus menyampaikan pidato di hadapan jajaran Rektorat, Dekan, Kaprodi, Kepala Biro, dan perwakilan organisasi mahasiswa di Rektorat Gedung G lantai 1. (Udinus)

Semarang Tengah – Pada kesempatan sebuah acara bertempat di Rektorat Gedung G lantai 1, Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Edi Noersasongko menyampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan yang hadir terkait kerja sama yang terjalin selama tahun 2019. Keberhasilan yang dicapai Udinus hingga saat ini terjadi lantaran adanya kerja sama dan komunikasi yang terjalin dengan baik di antara satu bagian dengan bagian yang lain.

“Saat ini Udinus telah meraih akreditasi A, tugas kita semua untuk mempertahankan kualitas Udinus di mata masyarakat,” papar Edi.

Selain itu, Rektor juga menyampaikan bahwa mahasiswa melalui organisasinya juga turut berperan aktif dalam menjaga kualitas Udinus. Dengan prestasi yang diperoleh mahasiswa, Udinus semakin dikenal di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Semoga kerjasama yang baik ini terus terjalin, dan makin menjadikan Udinus pilihan utama masyarakat Jawa Tengah, Indonesia bahkan di level internasional,” tambah Edi.

Pimpinan PT Harus Miliki Target Tiap Tahun

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan tantangan perguruan tinggi saat ini semakin pesat, terutama dalam hal meningkatkan kualitas peguruan tinggi dan lulusannya. Oleh karena itu, ia meminta pimpinan perguruan tinggi untuk tidak hanya sekadar menjaga kualitas perguruan tinggi, tetapi juga menetapkan target-target yang akan dicapai setiap tahunnya.

“Target sangat penting ditetapkan untuk mengukur kinerja pimpinan perguruan tinggi. Seperti dalam hal publikasi internasional, tahun ini misalkan 100 publikasi internasional, tahun depan targetkan untuk naik dua kali lipat menjadi 200 publikasi internasional,” papar Menristekdikti.

Ia mengatakan salah satu tolok ukur keberhasilan suatu kinerja perguruan tinggi dapat dilihat dari akreditasinya, baik akreditasi institusi maupun akreditasi program studi (prodi). Menteri Nasir menjeaskan, mulai tahun 2019 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengubah instrumen akreditasi perguruan tinggi dari awalnya hanya berbasis input dan proses menjadi lebih luas dengan memasukkan komponen output dan outcome.

Oleh karena itu, tambahnya, pimpinan perguruan tinggi harus mulai menata dan membuat target output dan outcome yang akan dicapai perguruan tingginya sehingga dapat meningkatkan nilai akreditasinya.

“Pimpinan perguruan tinggi harus memetakan akreditasi prodi yang ada di kampusnya, berapa yang sudah akreditasi A, berapa yang masih B dan C. Harus ditetapkan target tahun depan berapa program studi yang akreditasi C menjadi B, dan yang dari B menjadi A. Sehingga akreditasi institusinya diharapkan ke depan menjadi akreditasi unggul,” paparnya.