Kampung KB Dadirejo Adakan Program Pemberdayaan Masyarakat Lewat Usaha Ekonomi Produktif

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha menandai peresmian Kampung KB Dadirejo dengan pemukulan gong. (Foto: Pemkab Semarang)

Tuntang – Kampung KB Dadirejo Dusun Candi Tengah Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang baru saja diresmikan oleh Wakil Bupati Ngesti Nugraha, Kamis (11/7/2019). Peresmian ini sekaligus diwarnai dengan komitmen pemerintah daerah dan segenap warga desa untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Kepala Desa Candirejo Tri Gunawan Setyadi mengatakan, tak hanya program keluarga berencana yang menjadi perhatian pengelola, namun juga berbagai program pemberdayaan masyarakat lewat usaha ekonomi produktif. “Kami berharap seluruh warga bisa lebih sejahtera dengan penegasan pelaksanaan program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga di kampung KB,” harap Pembina Kampung KB Dadirejo itu, seperti dilansir dari portal Pemkab Semarang.

Beberapa warga, lanjut Kades, telah memiliki keterampilan membuat makanan khas, seperti olahan ikan rawa aneka rasa yang bahan dasarnya diperoleh dari Rawa Pening. Pihaknya sebagai pengurus Kampung KB Dadirejo akan terus melatih warga agar bisa berwirausaha dengan memanfaatkan bahan lokal.

Sementara itu, Wakil Bupati menjelaskan bahwa prioritas di Kampung KB adalah meningkatkan kesejahteraan warga, sehingga akan menurunkan tingkat kemiskinan. Ia berharap ada dukungan pendanaan yang memadai dari pemerintah desa untuk mengintensifkan berbagai program pembangunan kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga (KKBPK), salah satunya alokasi dari dana desa yang dapat digunakan untuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Faktor Keberhasilan Kampung KB

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Kampung KB dinilai sebagai senjata pamungkas baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang terlihat oleh pandangan pemerintah. Prinsipnya, program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.

Selain mengentaskan kemiskinan, Kampung KB juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tetapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.

Dilansir dari portal resmi Kemkominfo, keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk. Kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagai indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga.

Sementara itu, menurut Raikhani dkk (2018), untuk mencapai keberhasilan Kampung KB setidaknya terdapat lima faktor utama. Pertama, komitmen yang kuat dari pemangku kebijakan di semua tingkatan (kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan). Komitmen atau political will ini harus jelas agar setiap program dalam Kampung KB dapat berjalan baik dengan dukungan anggaran. Kedua, Integrasi program KKBPK dan integrasi lintas sektor. Pembangunan lintas sektor dan kemitraan melibatkan peran berbagai pihak seperti swasta, provider, dan pemangku kepentingan lainnya. Integrasi lintas sektor berupa pelayanan terpadu antarsektor yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti pelayanan KB, pelayanan pembuatan akta, pembangunan jalan dan jembatan, pembuatan ktp, penyediaan buku-buku bacaan, posyandu, dan lain-lain.

Ketiga, optimalisasi fasilitas dan dukungan mitra. Keberhasilan Kampung KB di smping meningkatkan peran pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, melakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat agar turut berperan serta aktif dalam program pembangunan. Keempat, Semangat dan dedikasi para pengelola program KKNPK di lini lapangan. Keberhasilan Kampung KB penting didukung adanya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mengelola program KB yang dilakukan oleh Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), LSOM, swasta, tokoh masyarakat, dan isntitusi pemerintah terkait.

Kelima, partisipasi aktif masyarakat. Dukungan partisipasi aktif dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat serta masyarakat dalam pengelolaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan yang akan dilakukan di Kampung KB secara berkesinambungan merupakan prasyarat pembentukan kampung KB guna meningkatkan taraf hiudp seluruh masyarakat di wilayahnya. Selain itu, keterlibatan pihak swasta dalam penggarapan program pembangunan di Kampung KB sangat penting sebagai bentuk gotong royong dari semua pihak.