Kenalkan Potensi Desa Lewat Festival Desa Wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mengelar kegiatan Festival Desa Wisata dan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Kabupaten Semarang di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur. (Foto: Pemkab Semarang)

Ungaran Timur – Disadari atau tidak, Kabupaten Semarang menyimpan banyak sekali potensi pariwisata. Potensi itulah yang bisa menjadi kunci pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, penting bagi pemerintah kabupaten untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada di setiap desa.

Salah satu upaya yang dilakukan pemkab demi mencapai tujuan tersebut ialah dengan mengadakan Festival Desa Wisata dan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Kabupaten Semarang melalui Dinas Pariwisata. Melalui festival yang menyajikan potensi pariwisata di 21 desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang tersebut, dimaksudkan dapat menciptakan jalinan kerja sama antardesa wisata supaya bisa menjadi tujuan wisata andalan.

Sekretaris Daerah Gunawan Wibisono mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap potensi desa yang ada supaya menjadi tujuan wisata. Masyarakat dilibatkan mengembangkan potensi lokal seperti makanan tradisional khas dan seni budaya lokal untuk menarik perhatian para wisatawan.

“Sehingga kehadiran para wisatawan di desa wisata itu mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” terangnya saat membuka acara festival di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Sabtu (15/6/2019).

Menurutnya, kegiatan pariwisata di desa wisata harus mampu menggerakkan usaha ekonomi produktif warga, seperti pembuatan kerajinan lokal maupun produk kuliner lokal yang khas dan menarik.

Paket Wisata One Day Tour

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan, melalui kegiatan festival dan jambore ini nantinya akan dikembangkan dan dipromosikan paket wisata “one day tour” antardesa wisata. Agar dapat lebih menarik wisatawan, paket wisata dari desa wisata satu ke desa wisata lain itu digabungkan dengan tujuan wisata utama seperti Candi Gedongsongo dan obyek wisata utama lainnya.

“Kegiatan ini juga bertujuan adanya kerja sama dan saling bertukar informasi bagaimana agar desa wisata ini nantinya akan lebih kompetitif lagi. Meskipun rutin diadakan setahun sekali, diharapkan setiap tahunnya ada inovasi baru yang muncul,” harapnya.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Juwair Suntara menerangkan, Festival Desa Wisata tahun ini diikuti oleh 21 pengelola desa wisata dan 21 pokdarwis yang ada di Kabupaten Semarang. Para peserta tersebut menampilkan kuliner atau makanan khas masng-masing desa selama dua hari, yaitu 15-16 Juni.

“Selain itu juga menyajikan berbagai produk kerajinan dan pentas seni khas,” tuturnya.

Juwair mengakui bahwa potensi pariwisata di tiap-tiap desa di Kabupaten Semarang sangat besar. Selain wisata alam, berbagai atraksi budaya maupun kuliner khas serta aneka produk inovatif bisa dijadikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

“Diharapkan pengembangan usaha pariwisata itu dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Sebab dapat mengurangi angka pengangguran dan memacu pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.