Pemkot Wadahi Pelaku IKM Lewat Galeri Industri Kreatif

Pemkot Semarang mewadahi Industri Kecil dan Menengah dengan menghadirkan Galeri Industri Kreatif. Galeri tersebut diresmikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Minggu (26/5/2019). (Foto: jatengprov.go.id)

Semarang – Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pelaku usaha kreatif, Pemerintah Kota Semarang memberikan wadah untuk memamerkan produk industri kreatif melalui Galeri Industri Kreatif.

Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan, selain utnuk menampung pelaku industri kecil dan menengah (IKM), galeri tersebut juga hadir untuk mempermudah konsumen mendapatkan produk-produknya.

Galeri tersebut menampung puluhan pelaku IKM Kota Semarang, 36 di antaranya merupakan pedagang barang antik. Selebihnya merupakan pengusaha fashion, logam, furniture, dan kuliner dari seluruh kabupaten dan kota se-Jateng.

Kehadiran Galeri Industri Kreatif, imbuh Hendrar, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru untuk kawasan Kota Lama Semarang. “Apalagi di tahun 2020 nanti akan diajukan sebagai world heritage ke Unesco,” tegasnya.

Usai meresmikan Galeri Industri Kreatif di gedung PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang telah mengupayakan dalam pembenahan kawasan ini. Ia yakin galeri yang proses pembangunannya berlangsung sejak Maret 2018 itu mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Kota Lama.

“Revitalisasi Kota Lama bukan sekadar menata ulang jalanan atau taman-taman agar tampak cantik, namun juga didukung dengan pemanfaatan ulang beberapa gedung yang semula kosong,” tuturnya, Minggu (26/5/2019).

Memaksimalkan Ruangan

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Tua (BPK2L) Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, galeri ini menempati ruangan yang selama ini kurang dimaksimalkan. Maka itu dilakukan pemugaran, terutama di sisi interiornya.

“Ini dulu awalnya gudang, isinya barang rongsok. Sekarang sudah kami sulap melalui campur tangan banyak pihak dalam proses setahun lebih,” ucap Wakil Wali Kota Semarang ini.

Dengan luas sekira 2 ribu meter persegi, bangunan ini dikerjasamakan antara Pementerian Perdagangan, Dekranasda Jateng, Disperin Jateng, dan Pemkot Semarang.

Penempatan para pelaku IKM ditata sedemikian rupa dengan sentuhan khas namun tetap milenial. Hevearita menambahkan, seluruh transaksi di galeri ini wajib menggunakan cashless (non tunai) dengan Koin Kota Lama yang didukung oleh Bank Jateng.