Universitas Peternakan dan Peternakan Undip Selenggarakan ISFA

Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) selenggarakan acara Internasional Simposium on Food Agro-Biodiversity (ISFA), beberapa waktu lalu. Acara yang diselenggarakan di Grand Candi Semarang tersebut mengangkat tema ‘Developing Suistainable Agriculture and Food Production. (Sumber: Undip).

UNDIP, SEMARANGDAILY.COM ** Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) selenggarakan acara Internasional Simposium on Food Agro-Biodiversity (ISFA), beberapa waktu lalu. Acara yang diselenggarakan di Grand Candi Semarang tersebut mengangkat tema ‘Developing Suistainable Agriculture and Food Production’.

Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan perkembangan berkelanjutan untuk produksi pangan dan pertanian. tujuan diadakan simposium internasional sebagai wadah untuk menghimpun hasil penelitian dari para pakar di bidang pangan dan pertanian dari beberapa negara.

“Kami ingin penelitian dari para pakar bisa terus dikembangkan dan diaplikasikan secara nyata jangan hanya menjadi sesuatu yang hilang begitu saja. Riset dari para pakar ini diharapkan mampu memecahkan masalah dalam tantangan penyediaan pangan,” terang Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Arifin.

Acara yang dihelat setiap tiga tahun sekali ini diikuti oleh 123 peserta dan mengumpulkan hasil penelitian. Setiap peserta akan mempresentasikan hasil penelitian, nantinya jika penelitian lolos seleksi dan memenuhi syarat akan dipublish di Prosiding Internasional yang terindeks Scopus.

Hadir dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari ini, Rektor Undip, Yos Johan Utama yang menuturkan bahwa hasil penelitian dan inovasi para pakar dapat memberikan kontribusi dan kemajuan bagi dunia peternakan dan pertanian. Khususnya di Indonesia dan dunia internasional pada umumnya.

“Indonesia yang menjadi negara agraris harus bisa menciptakan inovasi dan terobosan dari hasil riset para pakarnya untuk  kemaslahatan umat manusi. Indonesia juga harus mempunyai peran penting dalam mengambil bagian dan ikut bekerjasama dengan komunitas internasional. Peneliti harus berkontribusi dari setiap gagasan dan penemuannya demi negara ini,” ungkap Pakar Hukum Tata Usaha Negara tersebut.

ISFA sendiri menghadirkan empat pembicara dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah Shigeru Hayagawa dari Kagawa University Jepang, Cheng Neng-Chan dari Guandong Institute of Eco-Environmental Science and Technology China, Bessie M Burgos dari Southeast Asian Regional Center Pilipina, dan Satu pembicara nasional yaitu Agung P Murdanoto dari PT Rajawali Nusantara Indonesia.