Semarang Menuju Kota Sehat

Plt.Wali Kota Semarang Ir.Hevearita G.Rahayu menerima kunjungan Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2017 di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang yang terletak di area Balaikota Semarang, Senin (11/9). (Sumber: Pemkot Semarang).

Semarang, SEMARANGDAILY.COM ** Guna mengevaluasi program-program pembangunan kota sehat yang dilaksanakan selama ini. Pemerintah Kota Semarang mengikuti lomba kota sehat. Lomba tersebut melibatkan 16 kecamatan dan 177 desa di Kota Semarang.

“Melalui lomba kota sehat ini kekurangan-kekurangan dapat diketahui. Dengan kata lain, capaian dalam lomba ini merupakan tolok ukur sejauh mana pembangunan kota sehat di Kota Semarang telah dilaksanakan, ungkap oleh Plt.Wali Kota Semarang, Hevearita G.Rahayu seperti dikutip situs resmi Kota semarang.

Selain sebagai ajang evaluasi, lomba kota sehat ini juga bertujuan menciptakan semarang sebagai kota yang sehat.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan lomba kota sehat, karena dengan adanya lomba kota sehat tentu saja akan memberikan motivasi atau dorongan bagi semua stakeholders dan elemen masyarakat di Kota Semarang untuk bahu membahu mewujudkan Semarang sebagai kota yang sehat atau istilahnya liveable city”, tutur Ita sapaan akrab Plt. Wali Kota Semarang.

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut Pemerintah Kota Semarang telah membentuk forum, tim pembina, dan tim teknis kota sehat Kota Semarang dengan mengeluarkan surat edaran Walikota Semarang Nomor 440/2916 tanggal 9 Juli 2015. Serta mengalokasikan anggaran sebesar 8,85 milyar. Dana tersebut dibagikan kepada seluruh kelurahan dengan masing-masing kelurahan mendapatkan Rp.50 juta melalui forum kota sehat.

Penilaian perlombaan ini dilakukan oleh Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional  2017 yang diketuai Widayanti Bandia yang merupakan Kepala Bidang Tata Destinasi Pariwisata Prioritas/IV B. Asdep.Tata Kelola Destinasi Dan Pemb. Masyarakat Deputi Bid. PDIP Kemenpar.

Sementara Anggota Tim Verifikasi terdiri dari Yodi Mulyadi yang merupakan Subdit Penyehatan Udara, Tanah dan Kawasan Subdit PUTK Direktorat Kesehatan Lingkungan Ditjen Kesmas Kemenkes, serta  Santi Laria dari Ditjen Bina pembangunan daerah.