Pemerintah Upayakan Buku Gratis

Beberapa siswa membaca buku di perpustakaan. Pemkab Semarang berencana menggratiskan buku teks utama untuk semua jenjang pendidikan guna meningkatkan minat baca. (Sumber: SMA 1 Ksatrian Semarang)

Ungaran, SEMARANGDAILY.COM ** Pemerintah berencana menggratiskan buku teks utama untuk semua jenjang pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menunjang upaya peningkatan minat baca di kalangan pelajar.

Seperti diberitakan situs Pemkab Semarang, fasilitas tersebut nantinya akan didapatkan mulai dari jenjang pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kedepannya seluruh buku panduan utama untuk wajib belajar 12 tahun akan diberikan secara cuma-cuma.

“Berdasarkan amanat Undang-undang nomor 3 Tahun 2017 tentang sistem perbukuan, pemerintah pusat wajib menyusun dan menyediakan buku teks utama di jenjang pendidikan dari usia dini sampai sekolah menengah atas. Tugas dari pemerintah daerah nantinya akan mendistribusikan buku tersebut,” ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI, A.R. Sutan Adil Hendra, pada acara sosialisasi Undang-Undang No. 3/2017 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, beberapa waktu lalu seperti dikutip situs Pemkab Semarang.

Menurutnya penyusunan undang-undang tersebut didasari masih rendahnya minat baca warga Indonesia. Sesuai hasil survei UNESCO, angka minat baca Indonesia hanya 0.001 persen atau hanya ada satu dari seribu orang yang membaca buku.

“UU Perbukuan itu akan menjadi landasan untuk menyediakan buku yang bermutu, murah dan merata bagi masyarakat, sehingga diharapkan minat baca akan meningkat,” kata dia.

Pada kegiatan tersebut Komisi X DPR RI juga melakukan penyerapan aspirasi untuk menyusun program lanjutan tentang urusan perbukuan. Menurut Sutan, dipilihnya Kabupaten Semarang untuk menggelar kegiatan itu karena Semarang memiliki indeks pembangunan manusia (IPM) yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Bupati Semarang, H Mundjirin, mengatakan sekor pendidikan menjadi salah satu landasan utama pembangunan daerah. Selain kesehatan, pendidikan menjadi hal yang mendapat perhatian utama untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Meskipun dia mengakui masih ada beberapa kendala pembangunan pendidikan yang dihadapi. Diantaranya perbaikan ruang kelas dan ruang guru yang memadai.

“Selain itu, belum semua SD dan SMP memiliki perpustakaan yang memadai. Semoga bisa menjadi perhatian pemerintah pusat agar minat baca para siswa dapat lebih meningkat,” kata dia seperti dikutip situs tersebut.