Desa Timpik Resmi Jadi Kampung KB

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P2AKB) kabupaten Semarang sedang gencar bentuk kampung KB. (Sumber: Pemkab Semarang).

Susukan, SEMARANGDAILY.COM ** Wakil Bupati (wabup) Semarang Ngesti Nugraha mencanangkan Kampung KB “Putri Mandiri” Dusun Karang Salam, Desa Timpik, Kecamatan Susukan sebagai kampung KB ke 34, Selasa (26/09/2017) siang. Pencanangan ini menyusul 33 kampung lainnya yang telah diresmikan di 19 kecamatan.

Seperti dilansir laman Pemkab Semarang, pencanangan Kampung KB “Putri Mandiri” Desa Timpik ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Wabup Ngesti Nugraha. Pada kesempatan itu Wabup Ngesti Nugraha mengajak segenap komponen warga untuk aktif mendukung program Keluarga Berencana.

Menurutnya, program KB dapat membantu menciptakan keluarga kecil yang bahagian dan sejahtera melalui pembangunan keluarga dan kependudukan.

“Dengan keluarga yang terencana maka kesejahteraan anggota keluarga termasuk pendidikan dan kebutuhan lainnya akan dapat tercapai. Hal itu membutuhkan dukungan dari semua warga agar dapat berhasil,” ujar Wabup seperti dikutip laman resmi Pemkab semarang.

Pemkab Semarang sendiri saat ini sedang gencar mempercepat pembentukan kampung KB. Dijadwalkan setelah Desa Timpik, pencanangan kampung KB akan dilakukan di dua kecamatan sekaligus

“Kita akan terus mempercepat penambahan kampung KB di tiap-tiap kecamatan. Dalam waktu dekat akan dicanangkan lagi kampung KB di Desa Kalikurmo Kecamatan Bringin dan di Kecamatan Suruh,” terang Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P2AKB) M. Risun.

Ditambahkan oleh M Risun, program percepatan pembentukan kampung KB di setiap kecamatan akan menggandeng peran serta pemerintah desa dan kecamatan. Diantaranya dengan mengajak pemerintah desa mengalokasikan secara khusus dana untuk pembangunan program KB dan kependudukan.

“Dengan adanya dana khusus untuk program KB tersebut, maka kegiatan seperti bina keluarga remaja, lansia dan balita yang ada di desa akan dapat berkembang,” paparnya.