Alsintan Diharapkan Mampu Tingkatkan Produksi

Alsintan bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada petani guna meningkatkan target produksi gabah kering giling (GKG). (Sumber: Kowilhan)

UNGARAN, SEMARANGDAILY ** Produsi gabah kering di Kabupaten Semarang di triwulan ketiga, baru mencapai 54 persen dari target produksi yang ditetapkan pemerintah pusat. Untuk mendorong percepatan dan peningkatan produksi pertanian, pemerintah memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan).

Pembeian alsintan kepada sejumlah kelompok tani tersebut berkaitan dengan ditetapkannya target produksi 228.679 ton gabah kering giling (GKG) untuk Kabupaten Semarang oleh pemerintah pusat seperti dirilis Pemerintah Kabupaten Semarang

Sedangkan sampai pertengahan triwulan ketiga tahun ini baru terealisasi 54 persen. Salah satu faktor yang diperkirakan menjadi kendala dalam percepatan produksi adalah pengelolaan lahan yang sebagian masih dilakukan secara manual.

“Kendala utama para petani adalah keterlambatan pengolahan lahan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual,” kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan, Urip Triyoga pada acara penyerahan bantuan alsintan kepada 38 kelompok tani Kabupaten Semarang di Aula Kantor Dispertan di Ungaran, Rabu (30/8/2017), seperti dikutip situs Pemerintah Kabupaten Semarang.

Menurutnya bantuan alsintan sangat diperlukan agar para petani dapat mengolah lahan pertaniannya dengan cepat. Selain itu dapat mempercepat masa tanam kedua dalam tahun ini. Penyerahan alsintan dilakukan secara simbolis oleh Bupati, H Mundjirin, kepada empat perwakilan penerima bantuan.

Bantuan alsintan dari pemerintah pusat yang diserahkan saat itu terdiri dari 20 paket berupa traktor G.1000, cultivator dan traktor 6.5 PK. Batuan diberikan kepada 20 kelompok tani.

Sedangkan bantuan alsintan dari APBD Kabupaten Semarang terdiri dari 18 paket berupa sepuluh alat angkut roda tiga dan delapan cultivator diserahkan kepada 18 kelompok tani.

“Penggunaan traktor akan memperpendek waktu pengolahan lahan pertanian yang biasanya sekitar seminggu dengan alat tradisional, menjadi hanya dua hari. Dengan begitu para petani dapat segera melakukan tanam padi berikutnya,” kata dia.

Menurutny saat ini, luasan tanam padi baru mencapai 22.283 hektar dari target 41 ribu hektar. Jika para petani lebih cepat memulai musim tanam kedua, diharapkan target dapat terpenuhi. Sedangkan luasan sawah di Kabupaten Semarang saat ini mencapai 24 ribu hektar

Bupati Semarang, H Mundjirin, mengatakan pada tahun 2017 ini Pemkab Semarang berencana membeli 177 traktor menggunakan dana APBD.

“Kita berharap para petani dapat mempercepat proses musim tanam kedua dengan bantuan traktor itu. Diharapkan target produksi padi yang ditentukan pemerintah dapat terpenuhi,” kata dia. Dia juga meminta kepada penerima bantuan agar memanfaatkan dan merawat bantuan yang diberikan.