Era Keterbukaan Informasi, PPID Semarang Gelar Diklat Guna Reformasi Birokrasi

Sebanyak 30 orang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Semarang menjadi peserta Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola Informasi dan Dokumentasi di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Semarang

Semarang, SEMARANGDAILY.COM ** Sebanyak 30 orang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Semarang menjadi peserta Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola Informasi dan Dokumentasi di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Semarang, Senin (17/4/17) kemarin.

Diinukil dari laman Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang, Bambang Sukono menyatakan bahwa pelayanan informasi yang cepat, akurat dan akuntabel mendorong reformasi birokrasi yang baik.

Guna mewujudkan hal tersebut, sambungnya diperlukan adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)  agar dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“Saat ini eranya keterbukaan, dengan itu masyarakat jadi tahu kinerja kita dan dapat melakukan fungsi kontrol,” ujar Bambang

Diklat ini terselenggara atas kerja sama Badan kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian komunikasi dan Informasi.

Sementara menurut Kepala Pusat pendidikan dan pelatihan Kementrian Kominfo, Usuludin mengungkapkan bahwa pihaknya merasa bangga dengan adanya kerja sama antara kementrian dan pemerintah Kota.

“Hal ini merupakan kemajuan dan salah satu terobosan yang mana sebelumnya sulit dilakukan khususnya terkait Keterbukaan Informasi Publik,” jelas Usuludin.

Kiblat Infornasi

Dengan mengikuti diklat ini, tambah Usuludin, para peserta akan tahu arah dan kiblatnya dalam melakukan pelayanan informasi. Ia berharap Pemerintah Kota Semarang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penyelenggaraan PPID.

“Harapannya melalui diklat ini dapat merubah mindset para ASN (Aparatur Sipil Negara – red)terhadap keterbukaan informasi dan kedepan kita dapat lebih yakin dalam melayani informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Diklat diselenggarakan selama 9 hari dan diikuti oleh sebanyak 30 peserta yang membidangi PPID di masing-masing organisasi perangkat daerah di Kota Semarang. Dalam penyelenggaraaanya Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Kominfo dalam penyediaan tenaga pengajar.

publik dan uji konsekuensi, pengamanan informasi publik, kebijakan PPID, peran PPID utama dan pembantu, serta observasi lapangan dan seminar.

Di akhir masa diklat, peserta akan diajak observasi lapangan pada Kementrian Keuangan RI terkait penyelenggaraan PPID dan pelayanan informasi yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk karya tulis dan diseminarkan