Tingkatkan Produksi Ikan Air Tawar, Semarang Kembangkan Kolam Warga

Memberi makan ikan (Foto: Adi Penyuluh Blogspot)
Memberi makan ikan (Foto: Adi Penyuluh Blogspot)

Tuntang, SEMARANGDAILY**Untuk meningkatkan jumlah produksi ikan air tawar, Pemkab Semarang akan mengembangkan usaha budidaya ikan di kolam-kolam yang dikelola warga. Saat ini sedang dilakukan kajian bersama UNDIP Semarang untuk menentukan  wilayah yang dinilai cocok untuk pengembangan usaha budidaya itu.

“Saat ini kajian sedang berlangsung dan diharapkan pada tahun 2017 nanti kita sudah bisa mendapatkan peta wilayah pengembangan,” terang Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan),  Urip Triyoga disela-sela  meninjau kolam budidaya milik warga yang terdampak pembangunan jalan tol di Dusun Kadimulyo Desa Karang Tengah Tuntang, seperti dilansir oleh pemerintah kabupaten Semarang, Jum’at (23/9/2016).

Seperti diketahui, sedikitnya 25 kolam budidaya ikan air tawar milik warga Dusun Kadimulyo Karang Tengah rusak diterjang air lumpur beberapa waktu lalu. Kolam itu  sebagian besar dimanfaatkan warga untuk budidaya lele dan ikan koi.

Menurut salah seorang warga, Abi Mas’ud (38), ada kolam yang rusak total sehingga seluruh ikan lele yang ada hilang semua. Sedangkan kolam yang rusak sebagian, banyak ikan lele yang hanyut.

“Kerugian Saya mencapai Rp 1 miliar,” akunya.

Bupati Semarang H Mundjirin yang turun langsung ke lokasi kolam mengatakan Pemkab Semarang akan ikut serta membantu warga mengatasi kerusakan kolam. Bupati yang tak sungkan menyeberangi sungai kecil untuk mencapai lokasi itu meminta Plt Kadisnakan untuk mengagendakan bantuan baik sarana maupun peningkatan mutu pembibitannya.

Plt Kadisnakan Urip Triyoga menambahkan pada tahun 2017 mendatang kajian lengkap tentang potensi pengembangan budidaya ikan air tawar ini telah rampung. Sehingga akan dapat ditentukan wilayah yang tepat untuk usaha pengembangan.

“Dengan demikian diharapkan tingkat keberhasilan usaha budidaya akan tinggi,” tegasnya