Kunjungi Kapal Dewaruci, Cara ASA Edu Project Perkenalkan Jatidiri Bahari Sejak Usia Dini

Anak-anak Tambak Lorok bersama kakak-kakak relawan dari ASA Edu Project berkunjung ke Kapal Dewaruci. (Foto: ASA Edu Project)
Anak-anak Tambak Lorok bersama kakak-kakak relawan dari ASA Edu Project berkunjung ke Kapal Dewaruci. (Foto: ASA Edu Project)

Semarang Utara, SEMARANG DAILY ** Minggu (2/10/2016), suasana Pelabuhan Tanjung Mas terlihat sedikit berbeda. Sekelompok anak-anak berlari-lari antusias melihat Kapal Dewaruci milik TNI-AL yang sedang sandar.

Anak-anak tersebut tidak lain adalah para penghuni Tambak Lorok. Setiap Hari Minggu, mereka dikunjungi kakak-kakak relawan dari ASA Edu Project.

“Begitu antusiasnya, anak-anak tersebut rela berjalan kaki dari Tambak Lorok menuju Pelabuhan ditemani kakak-kakak relawan, dengan perjalanan waktu selama 30 menit, dan tidak tampak raut ekspresi lelah dari mereka. Begitu sampai di Pelabuhan, anak-anak diarahkan menuju Kapal Dewaruci,” ujar Ketua ASA Edu Project, Hendra Wiguna.

Di dalam kapal, anak-anak diberi penjelasan oleh salah satu kapten kapal mengenai Kapal Dewaruci, apa saja kegiatan para awak, dan sudah pernah ke mana saja kapal tersebut melakukan perjalanan sejak pertama kali dibuat.

Anak-anak pun terlihat bersemangat. Beberapa di antara mereka terlihat tertarik untuk mengikuti jejak langkah para awak kapal untuk menjadi TNI AL ketika mereka besar nanti.

Usai penjelasan, anak-anak diajak berkeliling ke dalam Kapal Dewaruci, untuk lebih mengerti mengenai kapal kebanggaan Indonesia ini.

Edukasi Maritim

Asa Edu Project berdiri 8 Maret 2014 oleh Anwar, mahasiswa Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perairan UNDIP. Komunitas ini bergerak di bidang pendidikan, melalui edukasi wawasan kelautan dan perikanan secara edukatif dan aplikatif.

Selain itu, mereka juga memberdayakan masyarakat pesisir menjadi mandiri, cerdas, dan kreatif, serta berkontribusi melestarikan potensi wilayah pesisir.

Beberapa program kerja mereka di antaranya Pesisir Cerdas, Pesisir Sehat, serta Pesisir Kreatif. Pesisir Cerdas difokuskan pada pendidikan anak-anak Tambak Lorok.

“Dalam Program kerja ini terdapat tiga kegiatan, yaitu Kelas Cerita yang merupakan kegiatan di mana anak-anak diajak untuk berani tampil di hadapan teman-temannya, sebagai latihan public speaking,” terang Hendra.

Selanjutnya, Kelas Inspirasi mempertemukan anak-anak dengan para profesional berpengalaman. Sementara Kelas Pengetahuan umum memberi anak-anak wawasan tentang ilmu pengetahuan seputar dunia perikanan dan kelautan.

Program Pesisir Sehat, terang Hendra, difokuskan kepada lingkungan dengan obyek semua warga Tambak Lorok. Program kerja terdiri dari Pungut Sampah, Senam, Praktik Cuci Tangan, dan Kampanye Gerakan Makan Ikan.

“Sedangkan Pesisir Kreatif difokuskan kepada olahan industri rumahan dengan obyek semua warga Tambak Lorok,” ucapnya.