Undip-NOAA Gelar Kuliah Urgensi LED Cegah Kepunahan Penyu

Summer L Martin (Foto: Undip)
Summer L Martin (Foto: Undip)

Tembalang, SEMARANGDAILY**Teknologi penangkapan ikan yang modern diduga mengakibatkan krisis perikanan secara langsung dan tidak langsung, ditambah lagi dengan tertangkapnya secara tidak sengaja spesies lain yang merupakan bagian dari rantai makanan dalam ekosistem tersebut, sehingga bisa berdampak pada rusaknya keanekaragaman hayati laut.

Pengelolaan perikanan di Indonesia juga menjadi perhatian masyarakat dunia, khususnya hasil tangkapan sampingan perikanan pada spesies-spesies yang dilindungi seperti penyu dan mamalia laut lainnya. Sangat penting artinya untuk mempertahankan populasi dari spesies-spesies yang dilindungi tersebut tanpa mengurangi nilai ekonomi dari industri perikanan hal itu dikatakan Summer L Martin dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)

Summer menjelaskan penyu diakui sebagai hewan reptil yang rentan terhadap eksploitasi berlebihan sehingga keberadaannya di laut semakin hari semakin terancam. penyu masuk ke dalam ‘red list’ di IUCN (international Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dan Appendix I CITES yang berarti bahwa keberadaan hewan tersebut di alam telah terancam punah.

 “Dampak langsung yang paling signifikan terhadap penyu di wilayah Asia-Pasifik telah diidentifikasi sebagai pengambilan telur penyu serta penangkapan penyu dewasa secara berlebihan dan kematian secara tidak sengaja akibat aktifitas perikanan dengan menggunakan alat tangkap salah satunya dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet),”ujarnya, seperti dilansir Undip, (18/8/16).

“Penangkapan menggunakan jaring insang merupakan salah satu dari bentuk metode penangkapan perikanan yang dilakukan di hampir seluruh dunia yang sering bermasalah karena dampak penangkapan yang non-selektif. Studi terbaru menunjukan bahwa banyak dari perikanan gillnet secara signifikan bersentuhan langsung dengan penyu.

Summer menambahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh WWF serta NOAA mengenai penggunaan lampu (LED, Light stick/chemical dan UV) dalam upaya mitigasi bycatch penyu , sangat efektif untuk mengurangi hasil tangkapan sampingan (bycatch) penyu pada pengoperasian alat tangkap jaring insang (gillnet) di perairan. Dari data yang telah dianalisa memang menujukkan bahwa penggunaan lampu LED berwarna hijau pada jaring dapat mengurangi bycatch penyu mencapai 50%. “imbuhnya