Event Semarangan Akhir Agustus, Bedah Buku My Fish My Life Oleh Himaspal UNDIP

Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNDIP. (Foto: UNDIP)
Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNDIP. (Foto: UNDIP)

Tembalang, SEMARANG DAILY ** Apa rencana Anda akhir bulan ini? Ada event inspiratif sajian Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (Himaspal UNDIP) pada Sabtu (27/8/2016), di Aula Dekanat Fakultas Teknik UNDIP.

“Himaspal akan menggelar acara bertajuk Maritime Talk, berupa bedah buku berjudul My Fish My Life: Ketahanan Pangan dari Laut, Sea Power Perspective, karya Letkol Laut (P) Salim, seorang perwira TNI AL yang concern pada isu kemaritiman,” terang Kahim Himaspal, Arif Rachman.

Acara bekerja sama dengan media maritim nasional, Maritime Observer, serta Official Management Letkol Laut (P) Salim, Raja Samudera. Panelis bedah buku yang hadir adalah Staf Ahli Utama Kepresidenan Bidang Maritim, Riza Damanik.

My Fish My Life membahas potensi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari laut Indonesia. Buku ini membahas dan membuka pemikiran rakyat Indonesia tentang potensi laut yang luar biasa besar,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, Indonesia dengan 70 persen wilayahnya merupakan perairan, di mana banyak sekali potensi yang tersimpan di dalamnya. Di antaranya potensi perikanan, pariwisata, terumbu karang, kekayaan bahari, transportasi laut, minyak bumi, dan potensi laut lainnya yang banyak orang belum sadar akan hal ini.

“Bayangkan saja, kekayaan laut per tahun kita sama dengan 7 kali lipat APBN negara kita. Tentu hal ini menjadikan kita berpikir ulang, bahwasanya memang benar bahwa di zaman dulu, pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, kita mampu Berjaya. Jalasveva Jayamahe,” katanya, Jumat (19/8/2016), di Kampus UNDIP.

Sayangnya, tambah Arif, pembangunan Indonesia semenjak zaman kemerdekaan hingga kini, seolah menjauhkan rakyat dari peradaban laut menuju peradaban darat.

Buku Berikan Catatan Penting

Mahasiswa Perkapalan UNDIP angkatan 2014 itu mengatakan, banyak hal yang perlu dikembangkan bersama, di antara nya dalam hal pertahanan laut, demi memberantas illegal fishing yang kerap dilakukan oleh negara asing, dan untuk menjaga batas teritorial perairan Indonesia.

Buku My Fish My Life karya Letkol Laut (P) Salim.
Buku My Fish My Life karya Letkol Laut (P) Salim.

“Indonesia perlu menciptakan kapal-kapal dengan pertahanan yang mumpuni dan memiliki nilai ekonomis yang baik, demi terciptanya kemanan teritorial Indonesia,” harapnya.

Menurut Kahim, Letkol Laut (P) Salim memberikan suatu catatan dan pendapat perspektif terhadap kemaritiman nasional, pertahanan, ekonomi politik Indonesia, dilihat dari sudut pandang kelautan.

Hal itu, lanjut Arif, tentu saja sangat baik, melihat banyak orang yang belum sadar bahwa Indonesia dapat maju apabila potensi laut mampu dikelola dengan baik dan maksimal. Selain itu, sesuai dengan program Presiden Joko Widodo lewat visi pembangunannya Nawacita, yaitu indonesia sebagai Poros Maritim, tentu saja amat sangat perlu diwujudkan bersama.