Suka Bela, Cara Pemkab Semarang Kuatkan Daya Saing Produk Lokal

Soft Opening Gerakan Suka Bela Kabupaten Semarang. (Foto: Humas Pemkab Semarang)
Soft Opening Gerakan Suka Bela Kabupaten Semarang. (Foto: Humas Pemkab Semarang)

Ungaran, SEMARANG DAILY ** Pemerintah Kabupaten Semarang punya cara menarik untuk menguatkan daya saing produk lokal. Belum lama ini, Pemkab Semarang meluncurkan Gerakan Suka Bela, sebuah kearifan lokal untuk membeli produk asli Kabupaten Semarang. Secara luas, dapat dimaknai dengan menyukai berbagai hal dari Bumi Serasi.

“Gerakan Suka Bela menitikberatkan pada penggunaan segala hal dan produk yang berasal dari Kabupaten Semarang sendiri, baik itu konsumsi pangan, membeli aneka produk kerajinan buatan lokal,” ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Semarang, Anang Dwinanta, di halaman Kompleks Perkantoran Dinas Pertanian dan Peternakan, Ungaran, Rabu (1/6/2016) siang, dirilis Humas Pemkab Semarang.

Anang bahkan melarang warga untuk berwisata ke luar daerah jika belum mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Semarang.

“Jadi, kalau suka Kabupaten Semarang maka harus bela Kabupaten Semarang. Kalau mau bela Kabupaten Semarang, harus suka dengan produk dan wisata Kabupaten Semarang,” tuturnya.

Melalui Gerakan Suka Bela, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan pasar lokal. Selain itu, meningkatkan pemanfaatan produk yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Semarang sendiri, sehingga pemasaran aneka produk dan jasa lokal Kabupaten Semarang dapat lebih meningkat.

Pada pencanangan Gerakan Suka Bela, Pemkab Semarang menggandeng dua Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) untuk memasok beras unggul berharga murah. Dua LDPM itu adalah LDPM Tani Subur Kelurahan Tambakboyo Ambarawa dan LDPM Mandiri Desa Ngrapah Banyubiru.

Sampai dengan akhir Mei lalu, kedua LDPM telah memenuhi pesanan beras bermutu tinggi aneka jenis dari para PNS Kabupaten Semarang sebanyak 1.475 kilogram.

Hadapi MEA

Gerakan Suka Bela dipersiapkan untuk menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Program penguatan daya saing produk lokal ini dimulai dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Caranya, mengutamakan pembelian produk-produk lokal Kabupaten Semarang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Diharapkan program ini dapat terus meluas dengan dukungan dari para pemangku kepentingan lainnya,” kata Bupati Semarang Mundjirin saat Soft Opening Gerakan Suka Bela.

Pencanangan Gerakan Suka Bela ditandai dengan pelepasan balon udara dan bazaar produk-produk pertanian dan peternakan unggulan Kabupaten Semarang. Bupati juga melepas armada roda empat pengangkut produk pangan, berupa beras hasil produksi petani lokal.

Saat meninjau bazaar, Bupati Mundjirin sempat memborong beberapa sak beras mutu unggul produk Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) Mandiri Desa Ngrapah Banyubiru. Beberapa pimpinan SKPD terlihat ikut serta membeli aneka produk pangan yang tersedia.

“Persaingan bebas sebagai akibat pemberlakukan zona masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) tidak seharusnya membuat para produsen lokal jadi minder. Justru hal itu bisa dijadikan tantangan untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Produk pangan kita sudah banyak yang terbukti bermutu tinggi. Jangan takut bersaing dengan produk dari luar,” tandas Mundjirin.