Butuh Lokasi Bongkar Muat, Terminal Terboyo Semarang Beralih Fungsi

Terminal Terboyo Semarang (Foto: Flickr)
Terminal Terboyo Semarang (Foto: Flickr)

Semarang, SEMARANGDAILY**Terminal Bus Terboyo, akan beralih fungsi menjadi tempat bongkar muat barang. Hal ini seiring dengan diberlakukannya Surat Mendagri nomor 120/253/SJ, tanggal 16 Januari  2015, tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan.

M Farkhan, Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang mengatakan, karena kebutuhan adanya tempat bongkar muat barang di Kota Semarang, maka Pemkot Semarang memohon kepada Pemerintah Pusat untuk bisa memanfaatkan Terminal Bus Terboyo menjadi tempat bongkar muat barang.

“Selama ini Kota Semarang belum memiliki tempat bongkar muat barang pasca-terminal truk Mangkang beralih menjadi terminal bus. Banyak truk dan sejenisnya memarkir di sisi sepanjang jalan raya, misal sepanjang jalan Arteri Utara, Jalan Ronggowarsito, sepanjang Jalan Raya Tugu, Jalan Benteng dan beberapa jalan lain. Hal ini mengakibatkan gangguan lalu lintas dan memperburuk wajah kota,” katanya, seperti dinukil dari  rilis Pemkot Semarang.

Tempat bongkar muat barang di Terboyo, Kecamatan Genuk secara lokasi dinilai cukup strategis. Karena terletak di jalur utama Jalan Raya Semarang-Demak, dekat dengan Kawasan Industri, Pelabuhan Tanjung Emas dan tak kalah pentingnya dekat dengan lintasan tol Semarang-Demak (rencana), serta jalan tol ke arah selatan, baik menuju Solo atau Yogyakarta

“Untuk kesiapan ini Dinas Perhubungan Kota Semarang sedang menyusun beberapa dokumen perencanaan, antara lain studi kelayakan, Detail Engineering Design serta Amdal,” katanya.

Urgensi Terminal Barang

Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Semarang banyak yang mengatakan bahwa kota ini membutuhkan terminal barang. Jika fasilitas tersedia akan membuat potensi pendapatan daerah bisa maksimal, terutama dari sektor pajak parkir khusus yang hingga sekarang belum tergarap.  Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, dengan meningkatkan aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, kota ini mendesak untuk memiliki terminal khusus bongkar muat barang. Dengan tidak dimilikinya terminal barang, truk-truk yang menuju pelabuhan kerap parkir sembarangan di tepi jalan. Di Jalan Ronggowarsito misalnya, setiap hari puluhan kontainer parkir di dua arah tanpa membayar kepada pemerintah. Jalan yang baru dibangun dengan betonisasi ini memang daerah larangan parkir sehingga pemerintah tidak menarik retribusi.

“Untuk menertibkan parkir liar sekaligus mendapatkan pemasukan pajak, seharusnya pemerintah segera memiliki terminal barang. Kendaraan berat bisa parkir di terminal resmi dan pemerintah akan menerima pendapatan,” katanya.