Beredar Vaksin Palsu, Hendi Jamin Semarang Aman

Hendai saat melakukan sidak (Foto: RRI)
Hendi saat melakukan sidak (Foto: RRI)

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjamin keberadaan Vaksin yang berada dipuskesmas dan Rumah Sakit Negeri milik Pemkot aman dari peredaran Vaksin Palsu. Peredaran Vaksin Palsu yang meresahkan masyarakat membuat Walikota Semarang bergerak cepat memantau ketersediaan Vaksin yang ada disemarang. Walikota Hendrar Prihadi menghimbau kepada semua warga kota semarang untuk tidak risau dengan isu Vaksin palsu yang menghiasi pemberitaan nasional.

“Vaksin yang ada di jaringan puskesmas dan rumah sakit milik kota semarang adalah Vaksin asli yang pengadaannya langsung dari produsen dan melewati e catalog yang support resmi,” tegasnya, seperti dilansir Pemkot Semarang, Selasa, (28/6/16).

Selain itu, pihakya juga menginstruksikan kepada kepala dinas untuk melakukan pendataan dan informasi kabar tersangka dikota semarang yang menyebarkan Vaksin palsu.

“Inventarisir Vaksin akan dilakukan diprakterk pribadi maupun klinik swasta jika ditemui segera diganti yang asli. Kepada masyarakat jangan panic karena pemerintah akan komitmen kalau ada warga yang ragu akan Vaksin diantara 2003 sampai 2015 bisa langsung mengunjungi puskesmas untuk di Vaksin ulang,” ungkap Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Widoyono menjelaskan Vaksin yang disediakan Gudang Farmasi yang disuplai ke 37 Pusekesmas sekota semarang dan RSUD negeri kota Semarang maupun Swasta. Ia menyebutkan yang dipalsu kebanyakan Vaksin yang import dan mahal yang berada di Rumah sakit swasta, bahkan saat ini balai POM sudah melakukan inventarisir sejumlah puskesmas rumah sakit dan dokter praktir mandiri untuk melacak keberadaan Vaksin Palsu.

“Kebanyakan yang dipalsu itu yang mahal, banyak dirumah sakit swasta yang mahal terdapat peredaran Vaksin palsu. Sebenarnya Vaksin palsu itu tidak berbahaya secara kesehatan, kalau berbahaya mesti tidak bertahan sampai 13 tahun lebih karena jika ada kejadian langsung dapat diciduk petugas itu. Kedua Vaksin palsu yang ditemui kemarin itu berdasarkan komposisinya berisi oplosan dari antibiotic dan cairan infuse. Yang berbahaya itu justru prosesnya. Kalau yang Vaksin Biofarma yang ada di Instalasi Farmasi dinas kesehatan semua diproduksi secara steril,” jelas Widoyono.

Pihaknya juga menambahkan kepada masyarakat yang ragu-ragu terhadap Vaksin yang terlanjur diberikan pada buah hatinya dipuskesmas meminta untuk segera datang ke dinas kesehatan untuk dilakukan vaksin ulang secara Gratis.

“Kalau masyarakat ada yang ragu datang saja ke kami (dinkes—red) nanti akan kami beri Vaksin lagi yang baru dan terjamin keasliannya. Sesuai instruksi dari Walikota kami berikan Gratis,” imbuhnya.