Sekda Jateng Gelar Bedah Buku Mengelola Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat di Undip

Bedah Buku Mengelola Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat di Undip (Foto: Abdul Khamid)
Bedah Buku Mengelola Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat di Undip (Foto: Abdul Khamid)

Tembalang, SEMARANGDAILY**Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BEM FPIK Undip bekerja sama melaksanakan Acara Bedah Buku “Mengelola Laut untuk Kesejahteraan Rakyat”  karya Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puyono, di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Tembalang (28/05/2016).

Dalam pemaparannya, Sri Puryono menjelaskan dalam buku yang    Ia tulis terbagi dalam beberapa bab.
“pertama bercerita tentang sejarah kemaritiman Indonesia, kondisi dan potensi, apa yang telah dilakukan pemerintah, dan terakhir adalah target pengembangan,” pungkasnya.

Acara semakin menarik karena acara ini adalah dalam melakukan pembedahan buku dilakukan melalui berbagai sudut pandang sudut pandang, mulai dari Akademisi, Pemerintah sebagai pemangku kebijakan, dan dari sudut pandang pelaku usaha yang diwakili oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.

Bedah buku dibahas langsung oleh Guru Besar FPIK Undip, Prof. Sahala Hutabarat. Ia mengungkapkan meskipun secara akademis masih kurang dan belum sempurna, namun buku ini patut dan penting untuk dibaca.

“Isi dari buku ini sudah bagus, namun ada beberapa data dan sumber yg harus direvisi dan diperbaiki lagi. Namun secara garis besar buku yang terbagi menjadi beberpa bab ini sudah baik dan di rekomendasikan untuk dibaca,” katanya.

Widodo Farid Ma’ruf menjelaskan beberapa keunggulan dari buku ini. Mulai dari struktur penulisan yg dimulai dari sejarah masa lampau, keadaan laut dan nelayan kita sekarang sampai pada rekomendasi menjadi sebuah negara maritim dengan pengelolaan laut yang baik. Buku ini juga tergolong lengkap menceritakan serta menggambarkan keadaan dan potensi laut kita sekarang.

Dalam acara ini datang pula ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Djoemali. Ia   menjelaskan beberapa realitas nelayan yang belum sepenuhnya disampaikan di dalam buku ini. Beliau berharap semoga dengan buku karya pak Sri Puryono ini akan menjadi awal sadarnya pemerintah akan pentingnya pengelolaan laut dan nelayan. Beliau juga berharap tidak ada lagi sebuah kebijakan yg memberatkan para nelayan  Indonesia.

Pada acara ini turut hadir juga wakil gubernur Jawa Tengah, Drs. H. Heru Sudjatmoko. Bedah buku berjalan interaktif mulai dari awal sampai akhir acara dan dihadiri lebih dari 500 peserta.

Potensi Maritim Indonesia
Indonesia memiliki luas laut mencapai 5,9 juta km2 yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik). Melihat luas dan kekayaan laut di dalamnya, Indonesia dinilai punya modal menjanjikan untuk menegakkan kembali kejayaan maritim yang dulu pernah disandangnya.

Untuk memajukan bidang kemaritiman, lanjutnya, perlu koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian yang lebih baik. Mengingat, kegiatan-kegiatan bidang kelautan dan kemaritiman yang telah dilaksanakan oleh sejumlah kementerian dan lembaga belum sepenuhnya menyeluruh.