Pemprov Jateng-Undip Kolaborasi Atasi Persoalan Pembangunan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Rektor Undip, Yos Johan Utama. (Foto: Pemprov Jateng).
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Rektor Undip, Yos Johan Utama. (Foto: Pemprov Jateng).

Tembalang, SEMARANGDAILY**Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Melalui Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Universitas Diponegoro (Undip). Kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Rektor Undip, Yos Johan Utama di di Gedung ICT Center Undip, Selasa, (23/2/16)

Ganjar Pranowo menyampaikan ada banyak persoalan yang harus diselesaikan dan itu tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Salah satunya adalah kemiskinan. Karenanya, dia menggandeng pihak lain, salah satunya perguruan tinggi untuk menyelesaikan.

“Kemiskinan itu, ketika kita onceki (baca: kupas) problem utamanya adalah data. Bagaimana menyelesaikannya? Caranya macem-macem. Interest Politic muncul. Kadang-kadang pekerjaan-pekerjaan teknokratis terlupakan sehingga bom-bom kebijakan seringkali tidak efisien. Maka saya tanya kepada ahli, professor, bagaimana meluruskannya agar bisa terkawal dan di ujungnya bisa tercapai biar sistematis dan tidak semrawut,” jelasnya, seperti dilansir dalam laman resmi pemprov Jateng.

Kajian Berbagai Aspek

Selain kemiskinan, masih banyak problem lain yang mesti dituntaskan. Ada budaya, politik, hukum, ekonomi dan sebagainya. Persoalan-persoalan itu akan melibatkan Undip untuk mendapat bantuan penyelesaiannya.

Rektor Undip, Yos Johan Utama menyambut baik kerja sama yang dijalin dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Undip akan selalu siap memberikan bantuan demi kemajuan Jateng.

“Kami selalu siap apabila ada yang perlu kami bantu, dalam keadaan darurat sekalipun. Seperti kemarin ada Gafatar. Dan selama ini sudah banyak contoh. Salah satunya saya menjadi saksi ahli terkait pengadaan lahan. Alhamdulillah menang. Menang untuk kepentingan pembangunan PLTU,” tutupnya.