Fokus Pembinaan Wirausahawan Muda, Aditya Pratomo: Saya Akan Terjun Langsung

Ketua Hipmi Kota Semarang, Aditya Pratomo. (Foto: HIPMI Kota Semarang)
Ketua Hipmi Kota Semarang, Aditya Pratomo. (Foto: HIPMI Kota Semarang)

Semarang, SEMARANGDAILY**Dalam rangka untuk untuk mengembangkan kewirausahaan yang ada di Kota Semarang, Ketua Hipmi, Aditya Pratomo,  komitmen akan terus membina pemuda dengan terjun ke bawah hingga ke kelurahan-kelurahan.

“Saya akan terjun langsung mas, dengan menggandeng karangtaruna, kami akan membina pemuda yang ingin berwirausaha,” ungkapnya, seperti dilansir dalam lama HIPMI Semarang.

Ia menegaskan Kota Semarang sebagai kota metropolitan memiliki aset yang besar dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Apabila bisa dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian secara regional.

Data statistik tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Semarang terus mengalami peningkatkan setiap tahunnya. Pada tahun 2006, jumlah penduduk Kota Semarang yang tercatat sebesar 1.434.025 jiwa dan terus mengalami peningkatan pada akhir tahun 2011 yaitu sebesar 1.544.358 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,11 %. Sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk Kota Semarang tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 1,86 %.

HIPMI Kota Semarang selama ini berkomitmen untuk menyebarkan virus kewirausahaan dikalangan pemuda. Bahkan, slogan ini telah menjadi ikon penting dalam pengembangan spirit kewirausahaan pemuda agar terlibat dalam dunia wirausaha.

Didukung berbagai elemen

Berbagai elemen Kota semarang menjadi bagian yang penting dalam mendorong kewirausahaan di Semarang. Misalnya,  yang dilakukan oleh Udinus. Rektor Udinus, Edi Noersasongko mengungkapkan bahwa kewirausahaan telah menjadi mata kuliah wajib di Udinus.

“Kewirausahaan sudah merupakan mata kuliah wajib di seluruh fakultas dan prodi Udinus. Secara rutin mahasiswa didorong untuk meningkatkan ketrampilan di bidang kewirausahaan. Kegiatan-kegiatan kampus seperti pameran dan bazaar juga rutin dilakukan untuk menunjukkan eksistensi mahasiswa dalam berbisnis,” kata Rektor Udinus, Edi Noersasongko.