Tak Semata Infrastruktur, Pembangunan Kampung Bahari Perhatikan Multi Aspek

Tambaklorok dalam pemandangan (Foto: Gazebo Maritim)
Tambaklorok dalam pemandangan (Foto: Semarangdaily)

Tambaklorok, SEMARANGDAILY**DPRD Kota Semarang menyatakan kesiapannya mengawal program pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekitar 70 persen warga di Tambaklorok kan nelayan. Jangan sampai mereka dirugikan karena tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, seperti dilansir di Semarang Kota, (2/2/15).

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok tak semata menyangkut infrastruktur, tetapi menyangkut keseluruhan aspek, terutama sumber daya manusia (SDM) dengan mempertimbangkan dampak-dampaknya. Supriyadi mengingatkan aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sosial harus menjadi perhatian yang erat kaitannya dengan pembangunan SDM dan harus disiapkan seiring pembangunan Kampung Bahari.

Ia mengatakan selama ini masyarakat Tambaklorok yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan hanya mengandalkan hidup dari hasil tangkapan ikan, padahal melaut sangat dipengaruhi musim atau kondisi cuaca.

 “Makanya, jangan sampai mereka ini hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan saja. Perlu diberikan keterampilan,” katanya.

 Legislatif akan terus mengawal pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok yang merupakan program tahun jamak dengan pendanaan bersama dari pemerintah pusat dan kota.

 Setali tiga uang, Camat Semarang Utara Jaka Sukawijana, membenarkan jika tingkat kemiskinan di Kampung Tambaklorok yang secara administrasi masuk Kelurahan Tanjungmas itu, paling tinggi Ia mengungkapkan jik pembangunan Kampung Bahari tak bisa sebatas infrastruktur, melainkan harus secara menyeluruh pada semua aspek untuk meningkatkan derajat atau taraf hidup masyarakat setempat.