Siapkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, Pemkot Segera Bangun Kampung Bahari

Nelayan setelah melaut (Foto: Bappeda Jatim)
Nelayan setelah melaut (Foto: Bappeda Jatim)

Semarangkota,  SEMARANGDAILY**Sebagai upaya merealisasikan pembangunan kawasan Kampung Bahari di Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Pemkot Semarang saat ini sedang menyiapkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Kabid Perencanaan Pembangunan Bappeda Kota Semarang, M Farchan mengatakan, diharapkan RTBL yang dianggarkan dengan biaya Rp 250 juta itu bisa selesai awal Juli tahun ini, sehingga pembangunan tanggul dan fasilitas lain yang nantinya akan dibiayai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dirjen Ciptakarya bisa segera dilaksanakan.

“Untuk pembangunan tanggul, memang direncanakan akan dibiayai BBWS dengan anggaran sekitar Rp 75 miliar. Sedangkan pembangunan drainase, jalan umum, ruang terbuka hijau, tempat sampah sementara dan lainnya, dibiayai Dirjen Ciptakarya dengan anggaran sekitar Rp 18 miliar. Tapi RTBL harus diselesaikan dulu, targetnya Juli,” katanya, seperti dilansir di laman resmi Pemkot Semarang

Selain penyelesaian RTBL, Pemkot Semarang juga akan merintis MoU dengan PT. Pelindo guna pembangunan tanggul pantai di wilayah yang menjadi milik PT. Pelindo.

“Setelah itu kami akan sosialisasikan ke warga untuk rencana ini,” tegasnya.

Tambaklorok, Kampung Bahari

Ditegaskannya, kawasan Tambaklorok akan dikonsep menjadi kampung bahari.

 “Pendekatan konsep peremajaan kawasan sejalan dengan program nasional Penataan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Kumuh. Selain itu juga mendukung program pengembangan maritim, sehingga nantinya kawasan Tambaklorok menjadi kawasan bahari. Artinya perencanaan kawasan didasarkan konsep pengembangan kawasan bahari. Yaitu sebuah kawasan tempat bermukim, yang memiliki fungsi dan berkembang di daerah tepian laut sebagai sebuah mata pencaharian,” tegasnya.

Sebagai informasi, Tambak Lorok merupakan salah satu daerah pantai di Kota Semarang yang terletak di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara. Tambaklorok adalah kampung nelayan terbesar di Kota Semarang. Masyarakat yang bermukim di kawasan ini memiliki ketergantungan terhadap sumber daya alam khususnya laut sebagai tempat mencari ikan. Hal ini juga menyatu dengan kondisi sosial ekonomi, sehingga pemukiman ini lebih dikenal sebagai pemukiman nelayan.