Urgensi Sertifikasi Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Hadapi MEA 2015

dikatakan Darwanto ,Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan (Intala) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Lattas) Kemenaker pada saat memberikan Kuliah Umum (Foto: Undip)
dikatakan Darwanto ,Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan (Intala) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Lattas) Kemenaker pada saat memberikan Kuliah Umum (Foto: Undip)

Tembalang, SEMARANGDAILY*Perguruan tinggi pada saat ini dituntut tidak hanya mengeluarkan ijazah formal sebagai tanda kelulusan tetapi dituntut juga untuk dapat mengeluarkan sertifikat kompetensi para lulusannya dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Tanpa dibekali dengan itu maka akan sulit bersaing dengan para tenaga terampil dari negara-negara ASEAN hal itu dikatakan Darwanto ,Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan (Intala) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Lattas) Kemenaker pada saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Saling Pengakuan (Mutual Recognition) Kompetensi Keteknikan Di Antara Negara-Negara ASEAN dalam Konteks MEA”,bertempat di Gedung ICT Lantai 5, Universitas Diponegoro, Kamis, (7/5/15).

Menurut Darwanto, Kemenaker akan mengoptimalkan peran dan fungsinya untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja pada usia produkstif.

“Di era pemberlakuan MEA tenaga kerja Indonesia harus mempunyai standar kompetensi yang dibutuhkan”, ujarnya.

“Tenaga kerja dikatakan kompeten manakala mempunyai 3 hal yang merupakan satu kesatuan, yaitu mempunyai pengetahuan yang memadai, ketrampilan sekaligus sikap terhadap suatu bidang kompetensi”, tambahnya.

Darwanto menghimbau agar tidak kalah bersaing dengan orang asing, mahasiswa mesti mempersiapkan diri.

“Saya melihat keahlian dan keilmuan mahasiswa tidak kalah, namun sering kali kita kalah dalam berbahasa,” ucapnya.

Mutual Recognition

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Undip, Agung Wibowo, mengatakan kuliah ini adalah terciptanya pengakuan antar negara ASEAN.

“Kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja keteknikan khususnya di bidang industri agar tercipta saling pengakuan (mutual recognition) di antara negara-negara ASEAN dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada akhir 2015”ungkapnya

“Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan akan kualitas, kreativitas, dan keterampilan tenaga kerja Indonesia, agar Indonesia dapat bersaing khususnya dalam aspek ketenagakerjaan di lingkungan MEA.