Jateng Prioritaskan Investasi Bidang Infrastruktur

Jateng Prioritaskan Investasi Bidang Infrastruktur
Jateng Prioritaskan Investasi Bidang Infrastruktur

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Memanfaatkan adanya penilaian dari investor bahwa Jawa Tengah adalah provinsi yang saat ini ‘seksi’ untuk berinvestasi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) untuk membuat peta investasi dengan memilah wilayah yang siap dimasuki investor. Sehingga, ketika investor datang tidak perlu lagi bernegosiasi panjang soal lahan.

“Saya telah memerintahkan Badan Penanaman Modal membuat peta investasi dengan memilah wilayah yang siap dimasuki investor. Selain itu, saya juga meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah melayani masyarakat dan investor secara profesional dan tepat waktu,” ujar Ganjar, seperti dilansir di halaman resmi Pemprov Jateng, Rabu, (6/5/15).

Menurut dia, saat ini perekonomian Jateng tidak hanya mendapat gempuran dari internal namun juga eksternal. Memasuki ekonomi global seperti saat ini, Jateng tidak dapat memajukan ekonomi dan mengelola beragam potensi yang ada tanpa menjalin kerja sama dengan provinsi dan negara lain. Baik bidang infrastruktur, pemenuhan energi, maupun sektor lain, membutuhkan peran serta pihak swasta atau investor dari luar daerah maupun negara tetangga.

”Saya sudah diingatkan oleh Presiden RI bahwa harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Jika investor mencabut bisnisnya (setelah berinvestasi), yang dibawa adalah dana dan orangnya. Tidak mungkin investor pergi dari Jateng membawa jalan tol atau pelabuhan,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga meminta Dinas Bina Marga untuk mempercepat pelaksanaan program Jateng Tanpa Lubang. Pasalnya, tidak sedikit warga yang meninggal akibat terjatuh dari kendaraan yang terperosok di jalan berlubang.

Selain Dinas Bina Marga, gubernur juga meminta kerja keras semua pihak untuk memajukan pertanian Jateng. Apalagi sejak beberapa bulan ini sektor pertanian Jateng sedang mendapat ujian berat terkait produktivitas yang rendah. Untuk itu, Badan Ketahanan Pangan harus menggandeng Bulog, karena penyerapan beras di Jateng tertinggal jauh dari provinsi lain.

Tidak kalah penting adalah bidang kelautan dan perikanan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka harus berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak atau berinovasi dengan membuka ruang untuk memberikan konsultasi termasuk fasilitasnya.

”Tidak hanya terkait kebijakan penggunaan alat tangkap jenis cantrang, namun juga memperhatikan kondisi nelayan tangkap maupun budidaya, memberdayakan istri dan keluarga nelayan membuat olahan berbahan dasar ikan, dan lainnya,” imbuhnya.

Pembangunan Berbagai Bidang

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, Wagub menambahkan, orientasi atau tujuan utama pemerintah provinsi adalah membangun masyarakat Jateng seutuhnya melalui pelayanan optimal di berbagai bidang. Antara lain pelayanan bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan ekonomi keluarga.

”Untuk memajukan perekonomian Jateng, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas. Dalam hal ini peran serta pemerintah sangat penting. S,ebab jika swasta tidak mau menangani karena penghitungan untung rugi, maka pemerintah harus turun tangan. Termasuk proyek jalan tol Semarang-Batang yang sampai sekarang belum selesai harus secepatnya dituntaskan,” katanya.