Udinus Gelar Seminar Hadapi AFTA

co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, saat berbicara didepan peserta seminar. (Foto: Udinus)
co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, saat berbicara didepan peserta seminar. (Foto: Udinus)

Senarangkota, SEMARANGDAILY**Persaingan di pasar dunia kini semakin ketat. Dengan dicanangkannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015, membuat persaingan global menjadi makin sahih untuk diikuti. Asean Free Trade Area (AFTA) juga makin memampatkan persaingan pada lulusan yang dihasilkan oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia ini.

Seperti dilansir di halaman Udinus, untuk itu Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) Uniersitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar Seminar Nasional (semnas) yang bertajuk “Brace Yourself Developers: Asean Free Trade Area is Coming“, di Aula Udinus Gedung E Lantai 3, Senin, 23/3/15).

Rektor Udinus, Edi Noersasongko, dalam sambutannya mengatakan jika mahasiswa harus memperluas skill yang dimilikinya.

“Mahasiswa Udinus jangan hanya belajar materi perkuliahan saja, tapi juga memperluas skill yang lain diluar ilmu yang ditekuni. Persaingan tingkat Asean, harus diikuti dengan kreativitas dalam segala bidang,” ujar Edi.

“Kreatiflah di berbagai bidang, terutama di bidang IT. Karena perkembangan dunia IT sangat cepat, bahkan dalam hitungan second. Jadi seminar-seminar seperti ini pastilah akan bermanfaat untuk menambah skill mahasiswa Udinus,” tambah Edi.

Hadir dalam seminar ini Co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, serta CEO Gama Techno, Indonesia, Aditya Arief Nugraha in. Ke

Peluang Lapangan Kerja

Aditya Arief Nugraha menekankan bahwa AFTA ini hendaknya jangan dijadikan momok bagi para lulusan IT, justru harus dihadapi dan makin mendorong mereka untuk membuka peluang lapangan pekerjaan lebih besar.

“Ciptakan produk unggulan untuk dijadikan senjata memasuki kehadiran AFTA ini. Tidak hanya menjadi karyawan saja, tapi menjadi enterpreneur justru lebih menjanjikan,” papar Aditya.

Enterpreneur dalam bidang IT lebih banyak peluang yang dapat diciptakan. Produk-produk dunia yang diciptakan oleh orang-orang Indonesia dan dipasarkan secara mendunia, jika diproduksi secara massive oleh masyarakat Indonesia akan menjadi mudah dan murah di negeri kita. Tentunya dengan kualitas yang sama di level dunia. Contohnya banyak aplikasi di Appstore yang dapat diunduh secara online, adalah hasil karya anak bangsa Indonesia.

“Namun kreativitas ini harus diimbangi dengan hardskill, softskill, attitude, dan learning ability yang maksimal dari masing-masing personal,” tambah Aditya.

Hal tersebut di-amini oleh Leo sang Co-founder Tokopedia dihadapan peserta yang hadir.

“Peluang sudah tercipta di Indonesia, hanya tinggal mempersatukan pola pikir dan kemauan masyarakat Indonesia untuk menghadapi AFTA ini” imbuhnya.