Target Pencapaian MDG’s, Kampus Miliki Peran Strategis

Universitas Diponegoro, Semarang (Foto: Undip)
Universitas Diponegoro, Semarang (Foto: Undip)

Tembalang, SEMARANGDAILY**Target capaian Millenium development Goals (MDGs) bidang kesehatan tinggal menyisakan waktu setahun lagi oleh karena itu sebagai salah satu bentuk penerapan Tri Darma Perguruan Tinggi Undip mengupayakan percepatan agar target tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015 dapat segera diwujudkan hal itu disampaikan Rektor Undip Prof.Sudharto P Hadi, saat membuka acara Seminar Ilmiah Nasional Kedokteran/Kesehatan 2015 dengan mengambil tema “Capain Target MDG’s 2015, Pelayanan Kesehtan Primer dan Sistem Rujukan,Pendidikan Kesehtan/Kedokteran di Era Jaminan Kesehtan Nasional”, di gedung Prof Soedarto, Tembalang, Kamis, (27/3/14).

Rektor mengatakan bahwa dari data yang dimiliki penduduk miskin di Indonesia sekarang ini 35 juta jiwa tetapi yang mencari Jamkesmas 75 juta orang, sementara itu 30% pendduduk kota tidak punya akses air bersih sedangkan sisanya 50% penduduk desa dari segi lingkungan kerusakan lingkungan hanya dilihat dari kerusakan hutan saja belum menyentuh aspek-aspek lainnya seperti kota yang semakin kumuh, ketersediaan ruang terbuka hijau dan masih banyak lagi.

“saya berharap seminar ini dapat membawa menfaat tidak hanya bersifat teoritis tetapi harus membawa menfaat bagi semua terutama para pemangku kebijakan agar program yang dijalankannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan”ungkapnya, seperti dilansir dihalaman resmi undip.ac.id, Kamis, (27/3/14).

Sementara itu, salah satu narasumber Prof. dr.Suharyo Hadiaputro, dalam pemaparannya mencoba menjelaskan tentang tujuan pembangunan millennium adalah upaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara PBB untuk melaksanakan 8 (delapan) tujuan pembangunan, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya (seperti Neglected Infectious Disease), kelestarian lingkungan hidup, dan membangun kemitraan global dalam pembangunan.

ang ini 35 juta jiwa tetapi yang mencari Jamkesmas 75 juta orang, sementara itu 30% pendduduk kota tidak punya akses air bersih sedangkan sisanya 50% penduduk desa dari segi lingkungan kerusakan lingkungan hanya dilihat dari kerusakan hutan saja belum menyentuh aspek-aspek lainnya seperti kota yang semakin kumuh, ketersediaan ruang terbuka hijau dan masih banyak lagi”ujarnya

“saya berharap seminar ini dapat membawa menfaat tidak hanya bersifat teoritis tetapi harus membawa menfaat bagi semua terutama para pemangku kebijakan agar program yang dijalankannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan”ungkapnya

Sementara itu salah satu narasumber Prof. Dr.dr.Suharyo Hadiaputro,SpPD (K) dalam pemaparannya mencoba menjelaskan tentang tujuan pembangunan millennium adalah upaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara PBB untuk melaksanakan 8 (delapan) tujuan pembangunan, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya (seperti Neglected Infectious Disease), kelestarian lingkungan hidup, dan membangun kemitraan global dalam pembangunan.

Keberhasilan Pencapaian MDG’s

“Dengan diadakannya Seminar Ilmiah Nasional Kesehatan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan tujuan MDG’s dengan munculnya pemikiran yang berbasis evidence-based dari berbagai penelitian di berbagai wilayah, terutama, Provinsi Jawa Tengah”, kata ketua panitia, Budi Palarto,

Ia juga mengucapkan sebagai pencapaiak utama MDG’s.

“Seminar Ilmiah Kesehatan/Kedokteran 2015 ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada pengelola program dan para akademisi serta praktisi kedokteran/kesehatan demi suksesnya pencapaian target MDG’s 2015 berdasarkan evidence base.

Di samping itu pada kesempatan disajikan hasil penelitian para mahasiswa dan alumni Magister Epidemiologi dan Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan dan lainnya yang berkaitan dengan MDGs. Selain itu juga untuk memberikan masukan tentang kebijakan nasional baik isu tentang Pelayanan Kesehatan Primer, Sistem Pembiayaan Kesehatan, Program KIA-Gizi-KB, Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular, Etika Kedokteran dan Pendidikan Kesehatan / Kedokteran di era JKN.