Stephan Zeeman: Ingat, Potensi Kelautan dan Perikanan Indonesia Besar

Professor Stephan Zeeman, dari University of New England (UNE), mengatakan mengingatkan betapa besar potensi kelautan dan perikanan Indonesia. Foto: Linkend)
Professor Stephan Zeeman, dari University of New England (UNE), mengatakan mengingatkan betapa besar potensi kelautan dan perikanan Indonesia. Foto: Linkend)

Tembalang, SEMARANGDAILY**Professor Stephan Zeeman, dari University of New England (UNE), mengatakan mengingatkan betapa besar potensi kelautan dan perikanan Indonesia. Hal ini disampaikan saat melakukan kuliah umum di universitas Muhammadiya Semarang (UNIMUS) dengan Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan (Marine Fisheries Sector Development), seperdi beritakan dalam laman resmi Unimus, (17/3/14).

Ia mengungkapkan sebagai negara kepulauan terbesar di Indonesia serta ribuan pulau yang dimiliknya, Indonesia memiliki potensi yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia , terdiri dari 17.504 pulau dengan panjang pantai 95.990 km, dengan wilayah laut 62 % dari total area,” paparnya.

Indonesia tidak hanya unggul dalam hal lokasi dan geografis tetapi juga adanya angkatan kerja yang besar, dan potensi rumput lautnya.

Tantangan daya dukung

Namun perlu disadari pula adanya beberapa kelemahan sehingga potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal, diantaranya kelemahannya masalah penyimpanan, sarana transportasi, teknologi, data perikanan, masalah nilai tambah produk, dukungan penelitian dan masalah penegakan peraturan.

“Untuk menembus pasar global memang tidak mudah karena banyak tantangan diantaranya masalah keamanan pangan produk Laut, kompetisi produk baru, ketidakstabilan harga dan masalah inovasi. Untuk itu diperlukan aliansi strategis dengan kemitraan, pengembangan produk, Inovasi pengembangan teknologi dan tidak lupa pariwisata baharinya, “ paparnya.

Maka, menurutnya melalui analisis SWOT, strategi yang ditempuh adalah membagi ke dalam beberapa area pengembangan yang saling terkoneksi satu dengan lainnya. Area 1 sektor perikanan Tradisional, Area 2 wilayah Pesisir / wisata bahari, Area 3 Perikanan dan Akuakultur dengan mengembangkan komoditas bernilai tinggi (Kerapu , Hias), dan area 4 kelestarian Lingkungan. Kesemuanya ditempuh melalui peningkatan pendidikan, hukum, dan pembangunan kapasitas dan inovasi.