Sri Puyono: Optimalkan Wisata Bahari, Sinergiskan Pusat dan Daerah

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, (Foto: Pemprov Jateng)
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, (Foto: Pemprov Jateng)

Semarang Selatan, SEMARANGDAILY**Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, berharap potensi laut dan wisata bahari yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah dapat dioptimalkan secara sinergis oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan saat menghadiri Forum Regional Kemaritiman Tahun 2015 di Ghradika Bhakti Praja, Jumat (10/4/14)

Mengingat besarnya potensi laut dan berbagai kendala dalam pengelolaannya, maka pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaruh harapan pada peran dari Kementerian Koordinator bidang Maritim untuk memajukan potensi maritim. Sebab, persoalan infrastruktur dan energi kerap menjadi kendala dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Di Karimunjawa misalnya, gelombang laut yang besar menyebabkan wisatawan tidak dapat menuju destinasi wisata tersebut. Saat ini kita upayakan pembangunan Bandara Dewandaru. Di Karimunjawa juga terkendala energi karena tidak mampu lagi menggunakan subsidi solar yang kami berikan. Perlu dicarikan sumber energi yang ramah lingkungan, tepat guna, dan tidak mahal seperti solar cell,” jelasnya

Indonesia memiliki luas laut mencapai 5,9 juta km2 yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik). Melihat luas dan kekayaan laut di dalamnya, Indonesia dinilai punya modal menjanjikan untuk menegakkan kembali kejayaan maritim yang dulu pernah disandangnya.

“Posisi strategis dan keindahan alam Indonesia apabila dikelola secara benar akan menempatkan Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana visi Presiden Ir Joko Widodo. Juga, memberikan manfaat banyak bagi pembangunan ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan rakyat,” terang Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Asep D Muhammad.

Untuk memajukan bidang kemaritiman, lanjutnya, perlu koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian yang lebih baik. Mengingat, kegiatan-kegiatan bidang kelautan dan kemaritiman yang telah dilaksanakan oleh sejumlah kementerian dan lembaga belum sepenuhnya menyeluruh.

Tiga misi utama menjadi fokus kerja mereka. Yakni, membangun Indonesia sebagai negara kepulauan yang mandiri, maju, berdaulat, dan berkarakter bangsa bahari, mengembangkan ekonomi maritim berbasis sumber daya alam dan infrastruktur maju, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di bidang kemaritiman.

“Percepatan bidang kemaritiman Indonesia adalah keharusan. Terdapat lima elemen yang harus menjadi agenda pembangunan maritim di Indonesia. Di antaranya peningkatan kedaulatan, pembangunan karakter dan wawasan bahari, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan percepatan pembangunan infrastruktur, dan pengembangan jasa dan industri kemaritiman,” bebernya.