Semarang dan Potensi Wisata Jalur Samudera Laksamana Cheng Ho

Patung Laksamana Cheng Ho di Sam Poo Kong (Foto: Pemprov Jateng)
Patung Laksamana Cheng Ho di Sam Poo Kong (Foto: Pemprov Jateng)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Ada Beberapa tempat wisata yang memiliki sejarah dengan Tiongkok memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan wisata, salah satunya adalah Tempat singgah Laksamana Ceng Ho, Semarang. Hal ini merupakan peluang yang dapat dikembangkan melalui paket wisata jalur samudera Laksamana Cheng Ho,” hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo, seperti diberitakan dalam jatengprov, Jumat, (20/2/15).

Potensi sejarah ini, mendorong Jawa Tengah mencoba peluangan untuk menggaet wisatawan asal tiongkok. Setidaknya 2 (dua) juta wisman asal Tiongkok ditargetkan masuk ke Indonesia tahun ini.

Titik-titik yang pernah di singgahi Laksamana Cheng Ho akan menjadi tempat wisata minat khusus sebagai simbol adanya akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa. Wisata Cheng Ho dikembangkan karena adanya Jalur pelayaran samudera laksamana cheng ho yang melewati pulau Jawa.

Paket wisata ini di launching oleh Kementerian Pariwisata dan Menko Kemaritiman, Sabtu (21/2), di Batam. Banyak destinasi menarik yang akan dikembangkan di 9 (sembilan) titik Kota yang pernah disinggahi Laksamana Cheng Ho antara lain Batam, Aceh, Palembang, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, dan Bali.

Seperti diketahui, wisman asal tiongkok terkenal gemar bepergian atau traveling, dari sekitar 100 juta wistawan tiongkok baru sekitar 900 ribu yang masuk ke Indonesia.

Strategi Promosi

Koordinasi dengan para pelaku wisata biro dan agen perjalanan wisata untuk menyusun paket-paket wisata pelayaran Cheng Ho tengah di upayakan.

“Jalur pelayaran Cheng Ho di Jawa Tengah banyak terfokus di Semarang dan sekitar Lasem, Rembang” ungkap Prasetyo.

Selain infrastruktur kawasan wisata Cheng Ho disiapkan pula pendukungnya diantaranya kesenian dan budaya khas tiongkok, makanan dan lainnya yang merupakan akulturasi warisan budaya Tiongkok dan Jawa.

Pengembangan paket-paket wisata ini diharapkan dapat menghidupkan wisata jejak pelayaran samudera Laksamana Cheng Ho. Peninggalan Laksamana Cheng Ho di semarang sangat kuat yaitu Klenteng Sam Poo Kong dan budayanya seperti tarian khas tiongkok, prosesi adat Klenteng Tay Kak Sie dan tradisi kuliner lunpia.

Tradisi membuat lunpia sebagai produk kuliner masih terus terpelihara dan dipertahankan hingga sekarang. Rasanya yang khas menjadikan kuliner ini menjadi salah satu ikon kuliner saat berwisata di Semarang, bahkan saat ini lunpia sudah ada sertifikat produk halal sehingga pas untuk pasar wisman asal Malaysia, singapura, brunei dan negara rumpun melayu lainnya. Lunpia ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Di Jawa tengah selain lunpia telah ditetapkan juga Gamelan Jawa gaya Surakarta, Kertas Daluang, Sekatenan dan Pakukon atau penanggalan jawa sebagai warisan budaya nasional