Optimalkan Peran, DPRD Kota Semarang Gandeng Kampus

kantor-dprd-kota-semarangKota Semarang, SEMARANGDAILY**Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai legislatif memiliki trifungsi, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan yang ketiganya harus dioptimalkan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dalam peran legislasi, DPRD berkewajiban membuat peraturan daerah (perda) sebagai regulasi yang menjadi payung hukum bagi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk Kota Semarang.

Untuk memaksimalkan peran dalam menjalankan trifungsinya, DPRD Kota Semarang menggandeng kalangan kampus, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah tersebut. Perguruan tinggi itu, antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), dan Unika Soegijapranata Semarang.

Bertempat di Rumah Makan Ngaras Roso Semarang,jajaran pimpinan DPRD Kota Semarang melakukan pertemuan dengan perwakilan Unika Soegijapranata Semarang dan Universitas Semarang, seperti diberitakan dalam laman resmi Semarangkota.go.id, Senin (20/4/14)

Seluruh pimpinan DPRD Kota Semarang hadir dalam pertemuan dengan kedua perguruan tinggi itu, yakni Supriyadi (ketua), beserta ketiga wakil ketua, Joko Santoso, Wiwin Subiyono, dan Agung Budi Margono.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengakui kalangan legislatif membutuhkan bantuan berbagai pihak dalam menjalankan perannya, termasuk kalangan kampus melalui pemikiran intelektual kaum akademisinya.

“Perguruan tinggi memiliki akademisi dan pemikir-pemikir yang ahli di bidangnya, mulai politik, hukum, tata kota, dan sebagainya. Maka, kami minta mereka untuk menempatkannya sebagai tenaga ahli,” katanya.

Tindaklanjut MoU

Rencananya, Supriyadi mengatakan DPRD Kota Semarang akan menindaklanjuti dengan penandatanganan memorandum of understand (MoU) untuk menegaskan kerja sama yang dijalin dengan kalangan perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Unika Soegijapranata Profesor Budi Widianarko yang hadir pada kesempatan itu mengungkapkan kegembiraannya karena kalangan kampus diajak terlibat menyusun kebijakan.

“Selama ini, banyak kalangan akademisi yang lebih banyak berada di balik meja. Melalui kesempatan ini, kalangan akademisi diberi kesempatan secara nyata untuk membantu memecahkan persoalan,” katanya.

Sebelumnya, DPRD Kota Semarang juga sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Unnes, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Untag untuk membicarakan tentang penempatan tenaga ahli.