Jateng-Siem Reap Jalin Kerjasama Pariwisata

Candi Borobudur (Foto: Wikipedia)
Candi Borobudur (Foto: Wikipedia)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Dilansir oleh Pemprov Jateng, kerjasama antara pemerintah Provinsi Siem Reap Kamboja dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah terjalin sejak 2007 akan dikembangkan. Tak hanya pada sektor pariwisata (kerjasama sister temple antara Candi Borobudur dan Angkor Wat) , tapi juga pendidikan, kebudayaan dan perdagangan.

“Pertemuan hari ini semoga dapat mempererat persaudaraan di tingkat government to government yang sempat tersendat empat tahun terakhir. Sekaligus untuk menindaklanjuti kerjasama teknis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan perdagangan,” ungkap asisten Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono

Meski baru diawali dari sektor pariwisata, lanjut Siswo, Pemprov Jateng berkomitmen untuk memperluas kerjasama sister province. Tidak cuma di tingkat pemerintahan, melainkan juga kerjasama di tingkat bisnis (bussiness to bussiness) dan personil (people to people).

“Kerjasama sister temple province dapat didorong menjadi hubungan harmonis di segala sektor pembangunan. Kami mengharapkan dukungan promosi investasi dan pariwisata Jawa Tengah di Kamboja agar hubungan baik RI dengan Kamboja yang selama ini telah terjalin dapat diperluas,” lanjutnya.

Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Biro Otonomi Daerah Setda Jateng, Hary Setyawan, mengungkapkan Pemprov Jateng berupaya mencontoh kesuksesan Angkor Wat yang mampu menjadi magnet wisata bagi turis mancanegara melalui kerjasama sister temple. Artinya, Candi Borobudur diharapkan mampu pula meningkatkan kunjungan turis mancanegara.

“Secara tourism menarik. Candi Borobudur dan Angkor Wat seperti berkebalikan. Kalau Candi Borobudur itu 90 persen dikunjungi turis domestik, sebaliknya Angkor Wat 90 persen pengunjungnya justru turis asing. Kita ingin contoh hal tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah akan berdiskusi lebih lanjut dengan delegasi Siem Reap pada Kamis (2/4) untuk mengetahui upaya pengembangan apa saja yang dapat ditempuh demi mempererat kerjasama sister province tersebut.

Dikatakan Bun Tharith, kunjungannya merupakan kunjungan balasan. Sebab, Pemprov Jateng sebagai ‘saudara’ sudah terlebih dahulu datang ke Siem Reap pada 2010. Dia berharap, kunjungannya saat ini akan mampu menjaga hubungan harmonis antara kedua provinsi.

“Agenda utamanya adalah untuk bertemu ‘saudara’ sendiri agar semakin saling mengenal budaya, pariwisata, dan sektor-sektor lainnya. Inilah makna bersaudara sesungguhnya. Terima kasih atas sambutan hangat Pemprov Jateng,” ujarnya.