Hendrar Prihadi: Dorong Pertanian Tengah Kota

????
Walikota Semarang, Hendrar Prihad, mendorong pertanian tengah kota. (Foto : Suara Nusantara)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Kota Semarang berusaha menggenjot pertumbuhan pembangunan, mengembangkan sektor pertanian di Kota Semarang. Hal ini bukan hal mudah mengingat kota Semarang merupakan kota metropolitan. Apalagi saat ini banyak lahan produktif yang telah berubah menjadi perumahan atau pemukiman.

Situasi itu tak bisa dielakkan, karena cepatnya pertumbuhan penduduk di sebuah kota sebesar Semarang sangat potensial menggusur lahan-lahan produktif. Namun Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yakin, mengembangkan sektor pertanian di dalam kota bukanlah hal mustahil. Hal itu disampaikannya saat menemui sejumlah petani yang tersebar di Kecamatan Gunungpati dan Kecamatan Mijen di Balai Tani Gunungpati, seperti dilansir dalam halaman resmi Pemkot Semararng, Kamis, (16/4/15).

“kendala dan persoalan yang dihadapi untuk nantinya mencari solusi pemecahannya,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang tidak menutup mata, kalau petani menghadapi persoalan-persoalan di lapangan. Tapi tetap ada indikator positif yang menguatkan bahwa pertanian di tengah kota masih sangat mungkin. Buktinya, saat ini masih banyak kelompok tani dan nelayan yang senantiasa guyub dan semangat dalam meningkatkan hasil pertanian, perikanan dan pangan di Kota Semarang.

“Tercatat ada 323 kelompok tani di bidang tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, kehutanan dan peternakan. Serta 60 kelompok tani nelayan. Untuk itu dalam kesempatan kali ini sampaikan segala masukan dan kritikan agar segera ada solusi,” ujarnya.

Pitono, perwakilan Kelompok Tani Sumur Juran menyebutkan bahwa di daerahnya, komoditas pertanian haya sebatas buah-buahan. Padahal ada potensi tanaman perkebunan lain yang bisa dikembangkan.

“Misalnya perkebunan singkong. Karena jika tanamannya seragam, harga buah akan turun saat musim panen. Dan itu sangat tidak menguntungkan bagi petani,” tegasnya.