Frank Colombin: Tata Kota, Rekayasa Manusia Sebagai Masyarakat

Freek mengatakan, penataan tata kota adalah rekayasa manusia sebagai masyarakat. (Foto: Unnes)
Freek mengatakan, penataan tata kota adalah rekayasa manusia sebagai masyarakat. (Foto: Unnes)

Gunungpati SEMARANGDAILY**Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan Studium generale tentang kota dan permasalahannya, Rabu (22/5).

Freek Colombijn, dosen Vrije University Amsterdam, hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut. Dihadapan lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen, Freek mengatakan, penataan tata kota adalah rekayasa manusia sebagai masyarakat.

Tempat-tempat publik dan ikon-ikon publik setempat adalah warisan sejarah dan budaya yang harusnya menjadi transfer pesan dari generasi ke generasi.

“Namun, saya prihatin ketika saya tanya kepada orang sekitar, statue ini tentang apa, jawabnya berbeda-beda. Menunjukkan betapa makin tidak diindahkannya simbol-simbol,” jelasnya.

Menurutnya harus ada sesuatu yang diperbaharui jika ingin sebuah ikon tetap hidup.

“simbol lokal itu harusnya tidak kaku, namun dinamis agar hidup sesuai dengan fungsinya sebagai pengingat sejarah,” ujarnya

Menurut panitia, Romadi, studium genaral itu diadakan dengan tujuan untuk berbagi pengalaman yang langsung berasal dari pakarnya.